Menteri Nadiem Diminta Bergerak Cepat – Kendari Pos
Edukasi

Menteri Nadiem Diminta Bergerak Cepat

Mendikbud Nadiem

KENDARIPOS.CO.ID — Anggota Komisi X DPR RI Prof Zainuddin Maliki meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bergerak cepat mengeksekusi realokasi anggaran sebesar Rp 405 miliar untuk mendukung percepatan penanganan virus corona.

Zainuddin mengatakan, refocusing anggaran di lingkungan Kemendikbud tersebut telah disepakati bersama DPR sejak 27 Maret lalu.
“Menteri Nadiem harus bergerak cepat merealisasi hasil refocusing APBN 2020 tersebut dalam penanganan wabah Covid-19, karena eskalasi penyebaran virus ini semakin meningkat,” kata Zainuddin dalam siaran persnya, Selasa (7/4).

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah kasus positif terjangkit Covid-19 di Indonesia per 6 April 2020 sebanyak 2.491 jiwa, sembuh 192 jiwa, dan meninggal 209 jiwa.
Menurut Prof Zainuddin, jika pemerintah bisa bergerak cepat, pelaksanaan 150.000 rapid test yang direncanakan di lima Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dengan realokasi anggaran Kemdikbud sebesar Rp 90 miliar, itu diyakini sangat membantu. Apalagi dengan memobilisasi 13 fakultas kedokteran dan 13 RSP.

“Di samping bisa mengejar target Kemdikbud sebanyak 7.600 sampel tes per hari. Tentunya penanganan bisa segera dilakukan terhadap status mereka yang menjalani tes cepat sesuai protokol kesehatan. Dari rapid test ini tentu diperoleh data yang bisa juga digunakan untuk membantu membaca peta persebaran virus corona,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah kasus positif terjangkit Covid-19 di Indonesia per 6 April 2020 sebanyak 2.491 jiwa, sembuh 192 jiwa, dan meninggal 209 jiwa.

Menurut Prof Zainuddin, jika pemerintah bisa bergerak cepat, pelaksanaan 150.000 rapid test yang direncanakan di lima Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dengan realokasi anggaran Kemdikbud sebesar Rp 90 miliar, itu diyakini sangat membantu. Apalagi dengan memobilisasi 13 fakultas kedokteran dan 13 RSP.

“Di samping bisa mengejar target Kemdikbud sebanyak 7.600 sampel tes per hari. Tentunya penanganan bisa segera dilakukan terhadap status mereka yang menjalani tes cepat sesuai protokol kesehatan. Dari rapid test ini tentu diperoleh data yang bisa juga digunakan untuk membantu membaca peta persebaran virus corona,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

Pihaknya menambahkan, bila kendalanya adalah tidak semua yang terpapar Covid-19 bersedia melapor karena takut mendapat stigma negatif oleh masyarakat, maka gerakan untuk menumbuhkan kesadaran publik juga lebih ditingkatkan dengan melibatkan relawan mahasiswa yang telah diterjunkan.

“Mahasiswa kedokteran yang ditarget Menteri Nadiem hingga 15.000 personel seharusnya juga sudah bisa turun ke lapangan membantu mitigasi, maupun penanganan wabah Covid-19,” tandas politikus PAN ini. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy