Menjaga Wuna Wite Barakati, Oleh: LM Rusman Emba – Kendari Pos
Kolom

Menjaga Wuna Wite Barakati, Oleh: LM Rusman Emba

LM Rusman Emba


KENDARIPOS.CO.ID — Selalu ada hikmah dibalik wabah dan bencana. Pandemi corona cirus disease 2019 (Covid-19) saat ini ialah ujian bagi kita. Atas nama pemerintah daerah, saya berkomitmen melakukan langkah terukur dan sekuat tenaga untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Namun saat ini, kita perlu memiliki kebersamaan untuk menjaga Witeno Wuna Barakati yang kita cintai. Terhitung sejak merebaknya wabah virus korona, kami (Pemkab Muna) telah bersikap cepat dan responsif dalam menetapkan masa tanggap darurat.

Secara prinsip, saya menyiapkan kebijakan, anggaran dan terlibat langsung ditengah masyarakat. Sebagai kepala daerah, rasanya tidak tidak cukup hanya berada dibalik layar. Sudah saatnya, pemimpin hadir di tengah masyarakat. Memberi perlindungan dan mengayomi seluruh rakyatnya di masa-masa krisis.

Dari aspek kebijakan, pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran tentang menghentikan izin keramaian, penerapan belajar di rumah bagi siswa, penyesuaian jam kerja aparatur sipil negara dan imbauan menerapkan sosial distancing bagi masyarakat telah.
Untuk mengkoordinasikan seluruh upaya tersebut, dibentuk satuan gugus tugas pencegahan Covid-19 dengan melibatkan pemerintah, tenaga medis, Polri dan TNI.

Saya terus menggalang kekuatan seluruh organ pemerintahan mulai dari kepala desa, para camat dan organisasi perangkat daerah untuk bergerak seirama mereduksi potensi masuknya wabah. Seluruh simpul kekuatan seperti tenaga medis, tim reaksi cepat, aparat kewiraan dan relawan dihimpun untuk satu visi dalam pencegahan.
Bahkan, elemen lain seperti DPR, Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, MUI, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Perawat Nasional Indonesia dan lembaga lain turut bersinergi dan bahu membahu dalam menyusun langkah taktis dan preventif menjaga daerah.

Pemerintah menyediakan dana sekitar Rp.12 miliar untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi paramedis maupun kebutuhan penanganan Covid-19. Ada pula 110 paket APD dari Satgas Provinsi Sultra. Pemerintah juga menggandeng IDI Kab. Muna untuk memperkuat Puskesmas sebagai basis awal penanggulangan.

Selain bekerja “di atas kertas”, langkah konkret pencegahan terus dilakukan. Diantaranya memimpin penyemprotan disinfektan pada sarana publik seperti pelabuhan Nusantara Raha, pasar sentral Laino dan RSUD Muna. Membagikan secara gratis 8.000 masker dan 8.000 sarung tangan medis kepada masyarakat.

Bersama gugus tugas, saya juga melakukan penyemprotan kepada para penumpang di pelabuhan Nusantara, Raha. Menggandeng peneliti dalam mengembangkan etanol sebagai hand sanitizier buatan lokal di Desa Bangkali, Kec. Watopute untuk dibagikan kepada masyarakat.

Kami belum menetapkan lockdown. Pencegahan dimaksimalkan dengan memantau secara intens pintu masuk daerah seperti pelabuhan Nusantara, pelabuhan Tampo, pelabuhan Lagasa dan Bandara Sugimanuru. Titik-titik tersebut disediakan posko pemeriksaan kesehatan.

Upaya itu diperkuat dengan menyiapkan enam Puskesmas perawatan jika eskalasi wabah sewaktu-waktu meningkat. Seluruh aparat desa diinstruksikan melakukan pendataan bagi masyarakat yang baru datang dari luar daerah.

Sampai saat ini, Kab. Muna memiliki 50 ODP, enam PDP, enam PDP terpantau, tiga OTG dan nihil pasien positif. Kekuatan riil medis antara lain satu rumah sakit rujukan, 30 Puskesmas, lima orang dokter ahli dalam, ribuan perawat, 12 ruang isolasi, 110 unit pakaian hazmat (astronot), 4.000 lembar masker bedah dan 100 pc kit rapid test.

Sesungguhnya itu belum memadai untuk daerah dengan kurang lebih 218 ribu penduduk. Namun itulah fakta kondisi sarana kesehatan kita. Mau tidak mau, kita harus mencegah penyakit itu datang.

Jalan terbaik menjaga daerah ini ialah tidak membiarkan satu pun warga Muna terjangkit. Makanya, saya meminta masyarakat mematuhi imbauan pemerintah, Polri, TNI dan para tokoh agama. Hindari kerumunan. Cukup bekerja dari rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan dan konsumsi makanan bervitamin harus terus digalakkan.

Warga Muna di Kendari, Luwuk, Papua dan seluruh daerah di Indonesia ada baiknya menunda rencana mudiknya. Mari kita berbagi rasa aman dengan keluarga dan kerabat di Kab. Muna dengan tidak pulang kampung dulu. Jika pun tetap harus mudik, maka ikuti prosedur dan ketetapan pemerintah. Biarlah untuk sementara waktu kita bersilaturahmi dan berkabar dengan sanak famili melalui telepon genggam. Hal itu tentu tidak mengurangi rasa saling menyayangi diantara keluarga besar masyarakat Muna.

Ini bukan saja soal diri kita. Namun lebih pada upaya bersama menjaga orang-orang yang kita sayangi dari virus korona. Menjaga orang tua kita, kerabat dan handai taulan. Kita perlu miliki kebersamaan dan persatuan untuk melewati masa-masa krisis ini. Jangan biarkan pemerintah bekerja sendirian. Setiap orang punya kesempatan untuk menjaga daerah. Mulai dari hal paling sederhana dengan memilih tidak keluar rumah ataupun terjun sebagai relawan di setiap desa dan kelurahan.

Paling utama, masyarakat Muna tetap wajib bertawakal. Pemerintah dan masyarakat harus menyandarkan segala ikhtiarnya pada kekuatan langit. Berdoa dan bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Wuna Wite Barakati terus dilindungi dan diberkati. Aamiin.(ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy