Mengawal Physical Distancing, Bupati Mubar Minta Warga Ikut Maklumat MUI – Kendari Pos
Muna Barat

Mengawal Physical Distancing, Bupati Mubar Minta Warga Ikut Maklumat MUI

Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada (kanan) saat memantau salah satu posko pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Muna Barat. Terkini, dia mengimbau warganya mengikuti maklumat MUI agar salat tarawih dan salat lima waktu dilakukan di rumah saja sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada tak hanya menyediakan APD dan alat kesehatan untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Imbauan social distancing intens digaungkan untuk memberikan penyadaran akan dampak buruk terhadap kesehatan jika terpapar virus Korona.

Bupati LM Rajiun Tumada meminta warganya mengikuti maklumat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam melakukan ibadah selama bulan Ramadan ini. Salat tarawih dan salat lima waktu berjamaah cukup dari rumah saja bersama keluarga. Begitu pula sahur dan buka puasa bersama cukup bersama keluarga inti. Tujuannya agar semua dapat terhindar dari penyebaran virus corona.

Imbauan LM Rajiun Tumada itu bagian dari upayanya mendukung dan mengawal imbauan pemerintah agar melakukan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. “Maklumat ini wajib hukumnya untuk ditaati. MUI adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama, zuama dan cendekiawan untuk membimbing, membina dan mengayomi umat Islam di seluruh Indonesia. “Saya kira di tengah wabah pandemi Covid-19, seluruh masyarakat harus patuh dan sadar dengan apa yang menjadi imbauan pemerintah,” pintanya.

Mubar-1 itu mengakui, kegiatan bulan suci Ramadan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Apalagi takbir keliling tidak lagi dilakukan bersama-sama, begitu pun salat tarawih cukup dilakukan dengan keluarga di rumah masing-masing. “Demi keamanan kita semua tidak ada lagi takbir keliling, cukup dilakukan di masjid, dikumandangkan melalui sound system yang dilakukan satu atau dua orang. Ini sudah menjadi keputusan bersama. Jadi mari kita patuhi dan ikuti apa yang menjadi imbauan pemerintah,” ulang Rajiun, menegaskan.

Ia juga menyerukan, setiap desa dan kelurahan harus menyediakan rumah isolasi untuk penanganan Covid-19. Rumah isolasi ini akan digunakan untuk perawatan pasien baik orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), terduga ataupun positif.

“Penyediaan rumah isolasi ini jangan disalahartikan. Tujuannya semata-sama sebagai langkah antisipasi. Jangan sampai tiba-tiba ada masyarakat kita yang terpapar Covid-19. Sebab penyakit ini berbahaya karena datangnya pula tidak kita ketahui,”ujarnya. Bagi masyarakat yang punya riwayat perjalanan dari daerah zona merah Covid-19, harus cepat ditangani di rumah isolasi.

“Rumah isolasi ini harus layak. Kebutuhan konsumsi dan hal lain harus disiapkan. Dana untuk membiayai segala kebutuhan penanganan pasien yang ada dirumah isolasi tersebut telah dialokasikan oleh Pemerintah Desa dan Kelurahan. Intinya pasien yang dirawat di rumah isolasi layak dan manusiawi,” tandas Bupati Mubar. (yaf/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy