Masker Kain di Masa Pandemi, Efektifkah?, Oleh: Arum Dian Pratiwi, SKM, M.Sc – Kendari Pos
Opini

Masker Kain di Masa Pandemi, Efektifkah?, Oleh: Arum Dian Pratiwi, SKM, M.Sc

Arum Dian Pratiwi, SKM, M.Sc, Dosen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Prodi Kesmas Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

KENDARIPOS.CO.ID — Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Disebabkan virus menular melalui droplet yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemic. Pandemi adalah sebuah epidemic yang telah menyebar ke beberapa negara atau benua, dan umumnya menjangkiti banyak orang. Epidemic adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan peningkatan jumlah kasus penyakit secara tiba-tiba pada suatu populasi di area tertentu. WHO telah menggariskan, ada empat bidang utama yang harus dipersiapkan pemerintah terkait Covid-19. Yaitu: mempersiapkan segala yang dibutuhkan dan harus bersiap; mendeteksi kasus, memproteksi, dan mengobatinya; mengurangi transmisi penularan; dan diharapkan selalu berinovasi dan belajar terkait Covid-19 ini.

Di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan status darurat bencana, terhitung mulai 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020 terkait pandemi virus ini. Sejak merebaknya kasus positif Covid-19 di Indonesia, pemerintah telah melakukan upaya-upaya untuk mencegah transmisi penularan Covid-19. Diantaranya, mensosialisasikan Social Distancing atau yang kemudian istilah ini diubah WHO menjadi Physical Distancing. Physical Distancing adalah upaya untuk melakukan jarak fisik dengan orang lain. Namun tetap terhubung secara sosial. Adapun jarak fisik yang direkomendasikan WHO adalah 1 meter dengan orang lain. Namun, masyarakat di Indonesia kurang mengindahkan himbauan pemerintah tersebut.

Dalam beberapa laman kita dapat mengetahui bahwa masih banyak masyarakat yang nongkrong di warnet dan berkerumun. Namun ada pula masyarakat yang memang harus keluar untuk mencari nafkah. Melihat kenyataan yang ada di lapangan, bahwa masih banyak masyarakat yang harus berada di luar untuk mendapatkan penghasilan, atau untuk melakukan aktivitas penting, dan dari berbagai referensi disebutkan bahwa terdapat orang tanpa gejala/hidden carrier, maka selain dengan physical distancing, upaya yang juga penting untuk dilakukan adalah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker. Ini berfungsi untuk saling melindungi antara orang yang satu dengan orang lainnya.

Penularan Covid-19 di Sultra sifatnya telah menjadi transmisi lokal. Transmisi lokal artinya telah terjadi penyebaran Covid-19 antar sesama masyarakat dalam satu wilayah, tidak lagi dari luar wilayah tersebut. Oleh karena itu penulis mengapresiasi imbauan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor: 443/1529 tentang penggunaan masker untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19 per tanggal 6 April 2020. Himbauan semacam ini dirasa perlu agar masyarakat memiliki perhatian terhadap penggunaan masker saat berada di luar rumah.
APD adalah alat yang memiliki kemampuan untuk melindungi seseorang dalam pekerjaannya yang fungsinya mengisolasi seseorang dari bahaya di tempat kerja. APD merupakan alat yang digunakan untuk melindungi diri dari risiko bahaya yang berasal dari luar tubuh kita. APD masker berfungsi untuk melindungi saluran pernapasan kita, dari partikel buruk yang terdapat di udara. Sehingga, kita dapat terlindungi dari efek buruk yang dapat disebabkan partikel tersebut.

Sebagaimana kita ketahui bahwa bukti terbanyak penularan Covid-19 adalah dari droplets. WHO menyatakan bahwa cara penyebaran virus corona tidak menular lewat udara atau airborne. Bukti terbanyak saat ini, virus penyebab Covid-19 ditularkan antara orang melalui droplets, yakni tetesan dari air liur atau lendir saat batuk dan bersin dan kontak fisik. Namun bagaimanakah keefektifan masker terhadap Covid-19? Masker merupakan pengaman minimal yang bisa digunakan. Masker juga sebagai pelengkap kebijakan physical distancing. Dengan masker seseorang menjadi terlindungi dari droplet orang lain, maupun sebaliknya. Hal ini juga sejalan dengan yang direkomendasikan WHO. Walaupun sebelumnya WHO merekomendasikan penggunaan masker hanya untuk orang sakit dan orang yang merawat pasien, namun sejak tanggal 4 April 2020, WHO mendukung penggunaan masker baik buatan sendiri maupun masker kain di tingkat masyarakat.

Masker efektif untuk menangkap tetesan/droplets, yang merupakan rute transmisi utama dari coronavirus. Dari beberapa penelitian memperkirakan sekitar lima kali lipat seseorang yang menggunakan masker dapat terlindungi daripada tidak memakai penghalang apapun (walaupun pada penelitian yang lain juga ditemukan tingkat efektivitasnya lebih rendah). Bagaimana dengan masker kain? Masker kain dapat digunakan masyarakat umum sebagai cara alternatif mencegah penularan Covid-19. Selama mereka memakai masker tersebut, mempertahankan jarak minimal 1 meter dari orang-orang di tempat umum.

Bahan apakah yang tepat untuk dibuat menjadi masker kain? Pada laman Smart Air Filter dikemukakan, berdasarkan hasil penelitian Universitas Cambridge, bahan untuk membuat masker kain dari tas penyedot debu dan lap/handuk piring memiliki efektivitas yang paling baik dari semua bahan yang diuji. Masker bedah memiliki tingkat keefektifan 89% untuk melindungi dari partikel berukuran 0,02 micron, tas penyedot debu 86%, handuk/lap piring 73%, sarung bantal 57%, dan kaos katun 51%. Efektivitas penyaringan bahan ini meningkat beberapa persen saat dibuat menjadi dua lapisan. Namun, perlu diingat bahwa tingkat kenyamanan dalam bernafas juga sangat penting untuk sebuah masker. Sehingga menurut laman ini, bahan dari sarung bantal dan kaos katun adalah bahan terbaik untuk masker kain. Walaupun, tingkat keefektifannya masih dibawah dua bahan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena kedua bahan ini memiliki tingkat “breathability” yang lebih baik, bahkan jika dibandingkan dengan masker bedah.

Mengingat keterbatasan masker kain, jika dibandingkan dengan jenis masker lainnya, maka sangat diharapkan masyarakat tetap disiplin dalam hal menjaga jarak (minimal 1 meter) dengan orang lain saat berada di luar rumah. Berbagai literature menyebutkan lebih baik kita menggunakan masker, sekalipun itu masker kain dari pada tidak menggunakan penghalang/pelindung apapun di masa pandemi Covid-19 ini.
Demikian hal-hal yang dapat penulis paparkan terkait masker di masa-masa pandemi Covid-19 ini. Semoga masyarakat dapat lebih memahami penggunaan masker secara tepat. Bagi masyarakat yang sehat yang harus keluar rumah di fasilitas-fasilitas umum, dianjurkan untuk memakai masker kain untuk mencegah diri kita terinfeksi Covid-19 dengan tetap mematuhi aturan physical distance (jaga jarak minimal 1 meter), sehingga kita tidak membawa pulang penyakit untuk orang tua kita, anak kita, dan seluruh keluarga kita di rumah. Dan rajinlah untuk mencuci masker kain tersebut dengan detergen saat habis dipakai agar selalu bersih dan aman untuk kita gunakan kembali. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy