Masjid Agung Keraton Dibolehkan Gelar Salat Tarawih – Kendari Pos
Bau-bau

Masjid Agung Keraton Dibolehkan Gelar Salat Tarawih

KENDARIPOS.CO.ID — Ritual salat tarawih berjamaah pada bulan suci ramadan kali ini akan sedikit berbeda di tengah pandemi virus korona (Covid-19). Jika biasanya umat muslim berbondong-bondong ke masjid untuk salat tarawih berjamaah, bulan suci Ramadan kali ini, pemerintah dan MUI meminta agar salat tarawih digelar di rumah saja.

Lanskap Masjid Agung Keraton Buton yang akan tetap menggelar salat tarawih.

Langkah itu sebagai upaya memutus sebaran mata rantai pandemi Covid-19. Instruksi yang sama disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau kepada para pengurus masjid untuk tidak menggelar salat tarawih berjamaah. Akan tetapi khusus untuk Masjid Keraton Buton dan Masjid Quba diberi keistimewaan untuk tetap melaksanakan salat tarawih. Dengan ketentuan, jamaahnya hanya perangkat masjid saja.

“Untuk sara Masjid Agung Keraton diberi dispensasi karena masjid itu representasi dari wilayah cakupan Kesultanan Buton. Merekalah yang membentengi seluruh wilayah yang ada di Kesultanan Buton. Akan tetapi jamaahnya hanya sebatas perangkat masjid saja, sebanyak 22 orang,” kata La Ode Muhamad Arsal, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kota Baubau kepada Kendari Pos, kemarin.

Pengurus Masjid Quba juga meminta dispensasi tetap melaksanakan salat tarawih berjamaah dan diamini Pemkot Baubau karena dianggap sebagai simbol dari Masjid Nabawi. Demikian halnya Masjid Agung Karaton dianggap sebagai simbol Masjidil Haram. “Jadi seperti di tanah Arab itu, yang dibolehkan oleh Raja Salman (menggelar salat tarawih, red) hanya dua masjid yaitu, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah. Jadi kemungkinan Buton juga membuka peluang untuk masjid Quba karena itu simbol dari Masjid Nabawi,” terangnya.

Muh.Arsal berharap umat muslim di Baubau mengikuti instruksi pemerintah agar salat tarawih di rumah masing-masing saja. Semua itu untuk memutus sebaran virus korona. “Jadi kita sudah merespons imbauan menteri agama, Wali Kota Baubau, MUI, Ketua Dewan Masjid, dan Kemenag Kota Baubau. Untuk memutus manta rantai penyebaran virus korona, maka aktivitas ibadah di masjid ditiadakan,” terang mantan khatib Masjid Agung Keraton Kesultanan Buton itu. (ahi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy