Lahan di Kawasan Stadion Lakidende Diserobot – Kendari Pos
Metro Kendari

Lahan di Kawasan Stadion Lakidende Diserobot

Sejumlah bangunan kini telah berdiri di areal kawasan Stadion Lakidende, Minggu Kawasan Lakidende memang menjadi objek sengketa antara Pemprov Sultra dan warga.

KENDARIPOS.CO.ID — Sengketa lahan Pemprov Sultra seakan tak pernah berhenti. Setelah memenangkan gugatan atas lahan PGSD, kini Pemprov harus berhadapan sejumlah pihak yang mengklaim lahan di kawasan Stadion Lakidende. Tidak hanya sekedar mengklaim, mereka juga telah membangun rumah dalam kawasan tersebut. Pemprov menilai klaim sejumlah pihak tak berdasar. Pasalnya, lahan yang dikabulkan Mahkamah Agung (MA) hanya sebagain kecil dari kawasan itu.

Kepala Biro (Karo) Hukum Setprov Sultra, Kamari SH mengakui ada pihak yang mencoba bermain dan mengambil keuntungan pasca putusan MA yang mengabulkan gugatan penggugat atas lahan di kawasan Stadion Lakidende. Padahal mereka tak punya alat dasar kepemilikan. Selain itu, mereka bukan bagian dari pihak penggugat.

“Perlu diketahui, tidak semua lahan di kawasan Stadion Lakidende menjadi pihak penggugat. Dari 165.183 meter persegi, hanya sekitar 12 ribu saja yang dikabulkan MA. Selebihnya, lahan tersebut masih milik Pemprov Sultra. Jadi, jangan ada yang menganggap lahan yang sisanya sudah tidak bertuan,” tandas Kamari SH akhir pekan lalu.

Mantan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Sultra ini mengingatkan warga tak membangun di kawasan tersebut. Sebab lahan tersebut masih milik Pemprov berdasarkan sertifikat hak pakai nomor 160 tahun 1989. Sampai kini, surat kepemilikan lahan ini masih legal. Jika tidak diindahkan, Pemprov bisa melakukan upaya hukum dan membawa persoalan ini ke ranah pidana.

“Ada oknum yang mencoba mengkapling lahan tersebut. Beberapa petak, ada yang sudah dipagari. Kami minta warga tak percaya oknum yang tiba-tiba mengklaim lahan tersebut. Sebab lahan itu masih milik pemerintah sebab lokasinya tak masuk dalam gugatan yang dikabulkan MA,” ujarnya mengingatkan.

Hingga kini, Pemprov dan penggugat masih melakukan mediasi. Pasalnya, belum ada kata sepakat diantara penggugat. Ada yang mau ganti rugi namun ada pula yang ingin memanfaatkan lahan tersebut. Makanya, proses penawaran ganti rugi belum diajukan. Jika warga ingin memanfaatkan lahan itu, mereka harus memperhitungkan bangunan di atasnya.

“Awalnya, kami pernah ajukan penawaran. Namun proses tertunda lantaran keinginan pihak penggugat berbeda-beda. Kan, jumlahnya cukup banyak. Yang pastinya, Pemprov siap bermusyawarah. Kita cari win-win solution-nya. Sebab lahan dimenangkan telah berdiri bangunan stadion,” jelas Kabid Materi Hukum Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam). (b/m6/mal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy