Kurangi Jadwal Pelayaran, Bupati Wakatobi Pastikan Pasokan Logistik Lancar – Kendari Pos
Wakatobi

Kurangi Jadwal Pelayaran, Bupati Wakatobi Pastikan Pasokan Logistik Lancar

KENDARIPOS.CO.ID — Sama seperti kepala daerah lainnya di Sultra, Bupati Wakatobi Arhawi punya keinginan kuat melindungi warganya dari potensi paparan virus korona. Beragam kebijakan ditelurkan, mulai meliburkan aktivitas sekolah dan bekerja dari rumah untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bupati Wakatobi, Arhawi (tengah) saat berkunjung di salah satu wilayah kecamatan di Wakatobi. Bupati Arhawi sedang berjuang menjaga rakyatnya dari potensi ancaman virus korona

Kini, pengurangan aktivitas pelayaran kapal laut baik dari maupun menuju Kabupaten Wakatobi dilakukan. Bupati Wakatobi, H. Arhawi memutuskan hal tersebut dan meminta pihak perusahaan pelayaran menindaklanjutinya. “Tidak memberhentikan, tapi setidaknya frekuensinya dikurangi. Langkah ini dilakukan agar mobilisasi kebutuhan pokok hingga logistik tidak terhenti. Apalagi, Wakatobi merupakan daerah maritim yang 97 persennya merupakan laut. Sehingga aktivitas pelayaran memang tak bisa disetop,” bijak Arhawi, Kamis (2/4) kemarin.

Kapal dari Wangiwangi menuju Kendari yang sebelumnya dijadwalkan 4 kali seminggu kemungkinan hanya akan beroperasi seminggu sekali. Agar mobilisasi logistik atau kebutuhan pokok bisa tersalur dan menghindari terjadinya kelangkaan.

Sebelum kebijakan itu dikeluarkan, beberapa speed boat dan kapal kayu bermuatan penumpang antarpulau di Wakatobi, sebenarnya sudah lebih dulu memberhentikan pelayaran untuk sementara waktu.

Kendati demikian, masih ada pengusaha angkutan laut antarpulau yang tetap eksis sesuai jadwal biasa. “Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 terus melakukan pemantauan dan memperketat pemeriksaan orang yang masuk ke Wakatobi baik di pelabuhan maupun di Bandara,” tandas Arhawi.

Sebelumnya, Pemkab Wakatobi juga menutup sementara objek wisata mulai 30 Maret 2020. Kebijakan itu guna memastikan social and physical distancing berjalan efektif. Tak hanya itu, para camat, kepala desa dan lurah serta seluruh pelaku usaha pariwisata diharapkan mengimbau seluruh masyarakat wilayah tugasnya untuk melakukan social distancing dan protokol kesehatan sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah.

Untuk sementara, masyarkat dilarang mengunjungi objek-objek wisata serta menghindari menghadiri kegiatan yang melibatkan kerumunan massa. Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi, Nadar menyebutkan ada 25 objek wisata ditutup sementara. Mulai di pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia hingga Binongko.

“25 objek wisata yang ditutup itu diantaranya, kawasan wisata Toliamba, Wisata Sombu Dive, Pantai Cemara, Pulau Hoga, Pantai Sombano, wisata pantai lakota, puncak Tomia hingga Pantai Yoro, Pantai Onemelanga dan lainnya,” ungkap Nadar. (thy/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy