Kreatif dan Inisiatif di Tengah Pandemi, Rusman Emba Diapresiasi Mendagri – Kendari Pos
Nasional

Kreatif dan Inisiatif di Tengah Pandemi, Rusman Emba Diapresiasi Mendagri

KENDARIPOS.CO.ID — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian dibuat berdecak kagum oleh Bupati Muna, LM Rusman Emba. Dia mengapresiasi sikap LM Rusman Emba yang punya kreativitas dan inisiatif tinggi dalam mendorong pembuatan hand sanitizer lokal untuk dibagikan kepada masyarakat.

Bupati Muna, Rusman Emba (dua dari kiri) menuangkan hand sanitizer ke tangan warganya. Hand sanitizer itu merupakan buatan lokal yang diproduksi Pemkab Muna atas inisiatif Bupati Muna, Rusman Emba. Foto: Alfin/Kendari Pos

Tito menilai kreativitas Rusman di tengah krisis merupakan inovasi yang sangat membantu penanggulangan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Sangat pantas Bupati Muna, LM Rusman Emba dipuji Mendagri. Rusman mampu memanfaatkan waktu saat menanti bantuan alat kesehatan dan alat pelindung diri (APD) dari pemerintah pusat dengan memroduksi hand sanitizer lokal.

Menurut Mendagri, pemimpin harus mengaktifkan nalar berpikir kreatif dalam menghadapi situasi sulit saat ini. Ia meminta produksi hand sanitizer itu terus dilakukan dengan tetap memerhatikan standar kesehatan dunia yang dirilis Word Health Orgazation. Selain Kab. Muna, daerah lain yang ikut diapresiasi ialah Prov. Gorontalo, Sulawesi Utara, Bali dan Kab. Banyuwangi. “Kita berharap inovasi ini juga dilakukan seluruh daerah lain,” ujarnya saat menggelar video conference bersama para menteri terkait, gubernur dan bupati.

Mantan Kapolri itu menyebutkan, setiap kepala daerah harus melihat pandemi bukan sekedar krisis kesehatan semata. Ancamannya harus dicegah agar tidak menjadi krisis ekonomi dan sosial sehingga berujung pada terganggunya stabilitas keamanan.

Ia meminta, kepala daerah melakukan refocussing anggaran dengan memerhatikan tiga keperluan mendasar yakni peningkatan kapasitas kesehatan publik, jaring pengaman sosial untuk masyarakat miskin dan membantu dunia usaha dan UMKM agar tetap survive di tengah pandemi. “Istilahnya, kita harus mengedepankan sense of crisis (kepekaan terhadap krisis) agar kemungkinan terburuk bisa dicegah,” tambah purnawirawan jenderal bintang empat Korps Bhayangkara itu.

Bupati Muna LM. Rusman Emba mengatakan pembuatan hand sanitizer lokal merupakan inovasi yang lahir karena sulitnya menemukan produk tersebut pada saat masyarakat sangat membutuhkan. Padahal berharap dari daerah lain sebagai penyuplai juga sulit karena tingginya permintaan. Ide itu muncul karena bahan baku hand sanitizer yang didominasi alkohol sangat mungkin diproduksi di Muna. “Makanya kita memutuskan membuat sendiri,” jelasnya, kemarin.

Produksi hand sanitizer digarap langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Muna bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna. Proses produksinya digarap di laboratorium hasil kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Desa Bangkali Kecamatan Watopute. Sementara bahan bakunya diperoleh dari petani setempat. “Kebetulan sudah ada laboratorium, tenaga ahli dan juga bahan baku. Jadi tidak ada kendala untuk diproduksi massal,” terang mantan Ketua DPRD Sultra itu.

Lebih jauh Rusman Emba menjelaskan, produk tersebut dibuat dari bahan baku air nira atau arak yang memiliki kadar alkohol hingga 90 persen. Bahan setengah jadi itu kemudian disuling untuk menurunkan etanol dengan kadar alkohol 75 persen. Selanjutnya dicampur dengan beberapa bahan lain diantaranya daun sirih, serai dan citrowelin. Dalam sehari, produksi etanol dapat mencapai 50 liter. Sedangkan per liternya cukup untuk 10 kemasan hand sanitizer isi 10 mililiter. “Produk ini sesuai standar WHO karena alkoholnya diatas 70 persen,” terangnya.

Mantan anggota DPD RI tersebut menjelaskan, Pemkab sudah memesan 1.000 kemasan hand sanitizer untuk di sediakan di instansi pemerintah, ruang publik dan dibagikan kepada masyarakat. Langkah itu sebagai upaya pemerintah memroteksi penyebaran Covid-19 dengan menyediakan alat pelindung diri bagi masyarakat. “Kita edukasi agar ada kebiasaan menjaga kebersihan badan. Apalagi, penyebaran virus ini paling riskan dimulai dari tangan,” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy