Kolam Retensi DAS Wanggu Mulai Dikerja – Kendari Pos
Metro Kendari

Kolam Retensi DAS Wanggu Mulai Dikerja

Dua unit exavator dan buldoser tengah melakukan penggalian dan memindahkan tanah di jalan boulevard, Kendari. Sesuai jadwal, pengerjaan kolam retensi atau pengendali banjir ini ditargetkan tuntas akhir tahun 2020.

KENDARIPOS.CO.ID — Impian Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menjadi sebuah daerah yang bebas banjir akan segera terwujud. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari sudah memulai pembangunan Kolam Retensi atau waduk pengendali banjir dikawasan Sungai Wanggu Jalan Boulevard Kendari.

“Pembangunan Kolam Retensi sudah dimulai dari tanggal 17 Maret 2020 dan direncanakan akan selesai pada 28 Desember 2020 atau durasi pelaksanaan pekerjaannya selama 287 hari kalender,” ungkap Haeruddin C Maddi, Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, kemarin.

Waduk pengendali banjir tersebut lanjut Haeruddin, terbagi menjadi dua kolam yakni Kolam Retensi Hulu dan Kolam Retensi Hilir. Kedua kolam retensi tersebut memiliki kemampuan mereduksi banjir sebesar 2.46 persen untuk kala ulang 25 tahun. “Jadi nanti debit puncak banjir yang dapat dipotong adalah sebesar 51.5 m3 perdetik,” ujarnya.

Lebih rinci Haeruddin menjelaskan, untuk Kolam Retensi Hulu dibangun seluas 3 hektar dengan tampungan sebesar 60 ribu m3 dengan konsep natural yang berbasis ramah lingkungan (green construction). Kolam retensi ini memiliki tanggul keliling (elevasi tanggul lebih 5 meter) dengan rumput gebalan dan bangunan inlet-outlet dengan pasangan batu kosong.

Sementara Kolam Retensi Hilir, lanjut Haeruddin, dibangun seluas 5,9 hektardengan tampungan sebesar 177 ribu m3 dengan konsep artificial (konstruksi keras seperti pasangan batu dan beton bertulang). “Kolam ini nantinya bisa menjadi lokasi wisata baru karena bersebelahan dengan pusat industry meubel milik Dinas Industri dan Perdagangan Kota Kendari,’ ujarnya.

Kolam retensi ini memiliki fasilitas untuk ruang sosial dan sarana prasarana olahraga seperti jogging track. Tanggul keliling dibuat dengan dua tipe yaitu revetment pasangan baru dan frame beton bertulang K-225 serta dinding penahan tanah (Gravity Wall).

“Kolam retensi merupakan salah satu solusi penananganan banjir di Kendari. Kolam ini kami pastikan akan mampu menampung luapan banjir dari Sungai Wanggu sehingg bisa mengurangi areal genangan yang terdampak banjir di sepanjang DAS Wanggu ketika hujan turun dengan intensitas cukup tinggi serta bersamaan dengan naiknya permukaan air laut,” kata Haeruddin.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari Sulkarnain menyatakan pembangun kolam retensi di Boulevard, Baruga ini telah menjadi rencana kerja pemerintah kota tahun ini untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan ketika sungai tersebut meluap. “Kami bekerjasama dengan BWS Sulawesi IV dengan menyediakan lahan tempat pembuatan kolam,” tuturnya.

Sulkarnain menyebutkan, ada beberapa 44 titik di Kota Kendari yang termasuk kawasan rawan banjir atau genangan. 44 lokasi tersebut luasnya sekira 4.140,87 hektar yang tersebar pada enam Kecamatan (Baruga, Wuawua, Poasia, Kadia, Mandonga dan Abeli dengan rincian menurut tingkat bahaya adalah sangat rawan 145,366 hektar dan rawan 39,948 hektar.

“Insya Allah terbangunnya kolam retensi nanti, setidaknya bisa mengurangi potensi banjir dan juga bisa dijadikan tempat wisata baru di Kendari,” pungkasnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy