Kolaka Jadi Lokasi Pemantauan Hilal – Kendari Pos
Nasional

Kolaka Jadi Lokasi Pemantauan Hilal

Ilustrasi Pemantauan Hilal


KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Agama RI telah menetapkan 82 titik pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menetapkan awal Ramadhan 2020/1441 Hijriah. Pemantauannya akan berlangsung hari ini di 34 Provinsi di Indonesia. “Rukyatul hilal dilaksanakan oleh petugas Kanwil Kemenag Provinsi bekerjasama dengan ormas Islam dan BMKG. Mereka akan melakukan pemantauan hilal di 82 titik yang telah ditetapkan. Titik pantau terbanyak di Jawa Timur, 27 lokasi, dan Jawa Barat dengan 8 lokasi,” ujar Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin melalui keterangan tertulisnya kemarin.

Dari 82 titik, satu titik pemantauan dilaksanakan di Sultra, lebih tepatnya pemantauan hilal akan dilaksanakan di Pantai Meluhu, Kelurahan Wolulu, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka. Plh. Kepala Bidang Urais dan Binsyar Kemenag Sultra Jamaluddin mengungkapkan alasan dipilihnya Pantai Wolulu sebagai lokasi pemantauan hilal kali ini dikarenakan lokasinya yang strategis yang memudahkan tim melihat hilal dikarenakan kondisi pantainya yang tidak terhalang gunung maupun bukit. “Lokasi pantaknya sangat straregis yakni berada di -4° 26′ 17.25′ LS dan 121° 31′ 1.19′ BT. Sangat baik untuk melihat posisi hilal dengan jelas,” ujarnya kepada Kendari Pos, Rabu (22/4).

Khusus di Pantai Meluhu, Kolaka, lanjut Jamaluddin, hilal bisa terlihat diangka 2° 54′ 55′ (diatas uhuk) dengan umur bulan 7 jam 33 menit 56 detik. Adapun lama hilal yang akan terlihat berdurasi sekitar 14 menit 41 detik. “Berdasarkan pantauan awal hisab yang kami lakukan pada 20 April kemarin, sesuai kreiteria yang kami gunakan, dimana kedudukan dan fungsi hisab hakiki sama dengan rukyat, telah terjadi ijtima pada saat matahari terbenam dan posisi hilal sudah diatas ufuk diseluruh wilayah Sultra dengan tinggi hilal diatas 2 derajat atau umur bulan + 6 – 8 jam dan saat waktu ijtima dengan ghunub menurut metode ini jika wilayah Indonesia Timur sudah tinggi diatas ufuk 2 derajat maka bumi bagian barat sampai Maroko (dipastikan) ada Rukyatul Hilal (hilal terlihat),” jelas Jamaluddin.

Oleh karenanya, berdasarkan hasil hisab awal kata Jamaluddin, diprediksikan awal 1 Ramadan akan jatuh pada hari Jumat (Kliwon) tanggal 24 April 2020 berdasarkan metode hisab. “Hasil hisab ini kami sudah laporkan. Nantikan akan dijadikan sebagai referensi dalam melakukan rukyatul hilal awal ramadhan pembuktian kroscek pada saat observasi (pengamatan dilapangan) pada saat rukyatul hilal besok (hari ini),”ungkapnya kemarin.

Adapun hasil pemantauan hilal akan dibahas dalam sidang Isbat sebelum menentukan awal Ramadan pada tahun ini. “Hasil rukyatul hilal dan data hisab posisi hilal awal Ramadan akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan kapan ibadah puasa dimulai,” jelasnya.

Adapun sidang isbat 1 Ramadhan 1441 Hijriah ini dilaksanakan secara telekonferensi dan akan disiarkan secara langsung di stasiun TVRI. “Rencananya, hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1441 H akan disampaikan Menteri Agama, Fachrul Razi pukul 19.05 WIB. Kemenag akan menggelar sidang Isbat secara daring alias online melalui konferensi atau sambungan komunikasi jarak jauh,” kata Jamaluddin.

Sekedar informasi, tim rukyatul hilal Kemenag Sultra terdiri dari Dr. Ruslin Mahalling, M.Ei (Dekan Fakultas Syariah IAIN Kendar), Abdul Rauf, S.Sos., MM (Kasi Kemasjidan, Hisab Rukyat dan Bina Syariah Kanwil Kemenag Sultra) dan Drs. H. Agus Ramadhan, MA (PMG Pertama Stasiun Geofisika BMKG). (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy