Kisah Prof. Mahmud Hamundu, Penderita Covid-19 Sembuh Tanpa Bantuan Medis – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Kisah Prof. Mahmud Hamundu, Penderita Covid-19 Sembuh Tanpa Bantuan Medis

Prof.Mahmud Hamundu (kanan) bersama dr. Sukirman (kiri) dalam sesi wawancara bersama Kendari Pos, Kamis (23/4). Setelah pemeriksaan swab kedua, Prof.Mahmud Hamundu dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani isolasi secara mandiri. Sebagai penyintas, Prof.Mahmud berbagi kiat agar sembuh dari virus Corona.

KENDARIPOS.CO.ID — Awal pekan ini menjadi hari yang sangat menggembirakan bagi Prof. Mahmud Hamundu (70). Mantan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) itu sudah bisa beraktivitas seperti sedia kala menyusul hasil swab keduanya keluar dan dinyatakan sembuh dari virus Corona (Covid-19). Apa dan bagaimana kiat yang dilakukannya sehingga sembuh dituturkan kepada Kendari Pos.

Prof. Mahmud Hamundu masih takjub dengan Kuasa Allah SWT. Saat ditemui Kendari Pos di kediamannya kemarin, ia tak hentinya mengucapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta karena masih bisa diberikan kesembuhan dari virus corona. “Alhamdulillah, saya sekarang sudah sehat seperti biasanya,” ujarnya, Kamis (23/4).

Meski sudah sembuh, proses wawancara dengan mantan orang nomor satu di UHO itu tetap mengutamakan protokol kesehatan. Mengenakan masker dan tetap menjaga jarak (physical distancing). Prof. Mahmud berkisah, sepulangnya dari pertemuan di Negeri Jiran Malaysia, pertengahan Maret lalu, dia mendapatkan kabar bahwa beberapa orang dalam pertemuan tersebut dinyatakan postif covid-19. Bahkan salah seorang dari peserta yang dinyatakan positif itu sekamar dengannya saat berada di penginapan.

“Saya kaget dapat kabar itu. Waktu itu, anak saya menelpon agar saya segera melakukan pemeriksaan (tes Covid-19). Saya kemudian diarahkan segera menghubungi dr. Sukirman (Direktur RSUD Kota Kendari) untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Mahmud.

Tak menunggu waktu lama, pasca dihubungi Mahmud, dr Sukirman turun langsung memastikan kondisi mantan Rektor UHO itu dikediamannya di Jalan Pangeran Antasari Kendari. “Waktu dr. Sukirman datang bersama jajarannya yang lengkap dengan APD (Alat Pelindung Diri) saya semakin yakin bahwa saya terinfeksi virus ini. Tapi dalam hati saya, Allah SWT akan memberikan kesembuhan. Saya berfikir bahwa Allah SWT yang memberikan penyakit ini dan Dia jualah yang akan menyembuhkannya,” kata Mahmud.

Setelah dilakukan rapid test oleh dr. Sukirman, hasilnya menunjukkan bahwa Prof. Mahmud terinfeksi Covid-19. Bahkan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab, beberapa hari kemudian hasilnya positif Covid-19. “Setelah di rapid test waktu itu, saya dinyatakan positif dan wajib diisolasi. Namun, dr. Sukirman menyarankan saya untuk isolasi mandiri di rumah. Waktu saya tanyakan obat, dr. Sukirman bilang hanya perlu mengonsumsi vitamin dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Bahkan sebelum beliau pulang, sempat bilang bahwa kalau saya kena corona maka itu bisa dikatakan (Mati) syahid nanti,” kenangnya.

Tutur kata dari dr. Sukirman itulah yang menurut Prof.Mahmud semakin yakin bahwa dirinya akan sembuh dari cobaan tersebut. Ia yakin bahwa dr. Sukirman adalah pertolongan Allah SWT langsung kepada dirinya. Seminggu berselang, tepatnya 4 April 2020, dr. Sukirman kembali datang melakukan pengampilan sampel tenggorok. Prof. Mahmud sempat cemas jika hasilnyanya masih positif. “Agak sedikit khawatir juga. Tapi saya kembali berserah diri lagi kepada Allah SWT. Mudah-mudahan bisa diberikan hasil yang terbaik. Dan Alhamdulillah pada 9 April, hasil pemeriksaan swab kedua, saya dinyatakan negatif Covid-19,” tuturnya.

Kesembuhan yang didapatkannya, menurut Prof Mahmud, selain karena mengikuti saran dokter untuk mengisolasi diri di rumah, juga karena doa yang tak henti ia panjatkan dan ikhtiar. “Ada 5 metode pengobatan yang saya lakukan di rumah. Saya sebut dengan STTDS yakni Salat, Ta’alim, Tilawah Quran, Doa dan Selawat Nabi. Ini yang saya lakukan setiap hari. Kemudian saya berolahraga dan minum vitamin dr. Sukirman dan tanpa bantuan obat dan pelayanan medis,” ungkap Prof.Mahmud.

Mahmud yakin, apa yang dilakukannya membuat pikiran dan perasaannya menjadi tenang. “Penyakit ini sebenarnya sama dengan penyakit flu pada umumnya. Kita hanya butuh istirahat yang cukup dan selalu berpikir positif. Dengan begitu kondisi imun kita akan meningkat. Insyah Allah, virus itu tidak bakalan masuk ataupun jika sudah masuk maka akan dengan cepat tertangkal oleh imun tubuh kita,” kata Prof. Mahmud.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu terlalu khawatir atau bahkan sampai panik yang berlebihan dalam musibah ini. Namun juga tetap wasapada dengan cara mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Kita ini Ulil Amri, harus ikuti pemerintah. Apa yang sudah diinstruksikan maka itulah yang terbaik. Jangan cemas, jangan takut, berperilaku hidup sehat dan tetap berada dirumah saja,” kata Prof Mahmud.

Di kesempatan yang sama, Direktur RSUD Kota Kendari, dr.Sukirman mengaku berdasarkan hasil swab kedua, Prof. Mahmud dinyatakan negatif Covid-19. Ia berharap semangat beliau bisa dijadikan pelajaran sekaligus contoh bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini. “Dengan keikhlasan, kesabaran dan tenang, Alhamdulillah beliau bisa sembuh. Saya tanya (kiat), katanya ikhlas, pasrah kepada Tuhan, tawakal intinya, akhirnya bisa sembuh,” kata dr. Sukirman. (b)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy