Kisah Fitri, Warga Kendari yang Sembuh dari Korona – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Kisah Fitri, Warga Kendari yang Sembuh dari Korona

KENDARIPOS.CO.ID — Satu lagi pasien positif korona dinyatakan sembuh. Penyintas korona itu bernama Fitri. Warga Kota Kendari berusia 26 tahun itu dinyatakan sembuh setelah hampir sebulan berjuang melawan virus.

Penyintas korona, Fitri (kiri) saat dijemput keluarga besarnya usai menjalani perawatan di ruang isolasi RS Bahteramas. Fitri dinyatakan sembuh dari paparan virus korona.

Tim medis yang merawatnya di Rumah Sakit (RS) Bahteramas, memastikan Fitri sehat sehingga dapat dipulangkan. Sang penyintas dijemput keluarga besarnya, Rabu (8/3) kemarin. Sekira pukul 15.30 Wita, rombongan keluarga Fitri bergerak meninggalkan RS Bahteramas.

Kesembuhan Fitri memberi secercah harapan sembuh dan optimisme untuk sembuh pula bagi penderita lainnya. Sebelum pulang, sang pejuang melawan korona, Fitri berbagi kisah awal mula dirinya dinyatakan positif terpapar virus korona dan kiat yang dilakukan sehingga dapat sembuh.

Awalnya, Fitri mengalami gejala demam tinggi, sakit tenggorokan, batuk dan pilek disertai badan menggigil. Gejala itu mulai dirasakan 4 Maret lalu. Merasa kondisi tidak sehat dan ada riwayat perjalanan keluar negeri, Fitri bergegas memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS). “9 Maret saya masuk RS Bahteramas,” ujarnya, kemarin.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, 19 Maret 2020 Fitri tercekat mendapat kabar dirinya dinyatakan positif terpapar virus korona. Dia tak sendiri, tapi ada dua orang lain terkonfirmasi positif. Mereka menjadi kasus pertama terkonfirmasi wabah Covid-19 di Sultra. Cemas dan kaget sudah pasti. “Saya khawatir. Namun perlahan saya sadar itu bukan jalan keluar bagi saya untuk terlepas dari musibah ini,” tuturnya.

Kunci sukses sembuh juga ditopang dengan kedisiplinan mengikuti instruksi dokter dan perawat. Pikiran dan perasaan harus enteng, jauh dari rasa stres. Fitri memastikan rasa bahagia menjadi kunci sukses sembuh.

“Jangan stres. Dalam kondisi tak stres itu, kondisi imun kita bisa melawan penyakit tersebut. Caranya, lakukan apa yang menjadi kesenangan kita masing-masing. Yang saya lakukan selama perawatan itu adalah rajin membaca buku dan bermain game,” ungkap Fitri.

Kunci penting lainnya untuk sembuh adalah dukungan keluarga. “Korona bukan aib dan bisa menimpa siapa saja tanpa kecuali. Sembuh dari korona adalah kebahagiaan dan tidak stres,” imbuh Fitri.

Karena korona ini bukan aib, Fitri meminta masyarakat tidak menjauhi pasien yang telah sembuh dari korona. “Berikan semangat dan dukungan. Itu sangat penting. Jika menjauhi, maka itu sama saja kita memperburuk kondisi mereka, mari sama-sama kita lawan dan memutus mata rantai penyebaran covid 19 di Sultra,” paparnya.

Demi membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19, Fitri bersedia memberi edukasi kepada masyarakat. “Saya siap membantu pemerintah jika dibutuhkan. Yang perlu dipastikan, penderita Covid-19 pasti dan bisa sembuh,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ibu Fitri, Sri sangat bersyukur atas kesembuhan anaknya. Baginya, penyakit Fitri merupakan musibah dan ujian yang diberikan Allah SWT, dan tidak satu pun orang bisa menolaknya. “Hari ini Fitri diperbolehkan pulang. Alhamdulillah,” kata Sri.

Sri mengatakan selama Fitir melakoni perawatan, keluarganya memberi dukungan dan semangat. “Selain itu, saya meminta agar Fitri tidak meninggalkan salat lima waktu. Karena doa orang yang sedang tertimpa musibah akan cepat dikabulkan Allah SWT. Sembari saya juga selalu meminta kesembuhan anak saya kepada Allah SWT dalam setiap sujud saya. Alhamdulillah, doa kami terjawab,” ungkapnya.

Sementara itu, dr.Iwan yang menangani Fitri menegaskan bahwa pasien positif korona tidak harus dijauhi. Dukungan keluarga, sahabat dan masyarakat menjadi obat lain di luar obat medis untuk menyembuhkan pasien covid-19.

“Selama menjalani perawatan, Fitri ditemani adiknya, maka itu menjadi booster atau pendorong percepatan kesembuhan Fitri. Selain itu hubungan dengan kerabat dan keluarga intens dilakukan. Jadi jangan jauhi atau mengucilkan pasien positif korona,” urainya.

Secara medis, dr.Iwan mengungkapkan bahwa tidak ada obat spesial atau treatment khusus ketka merawat Fitri sampai sembuh. Gejala batuk maka obat batuk yang diberikan. Begitu pula jika gejala pilek. “Obat yang paling mujarab (mangkus) itu adalah dari diri sendiri, rasa bahagia atas dukungan orang-orang terdekat,” ujarnya.

Untuk diketahui, meski sudah diperbolehkan pulang, Fitri masih akan dipantau tim surveilans Dinas Kesehatan Provinsi Sultra. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini Fitri. (yog/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy