Kios Tuntas, Pedagang di Pasar Laino Muna Direlokasi – Kendari Pos
Muna

Kios Tuntas, Pedagang di Pasar Laino Muna Direlokasi

Bupati Muna, LM Rusman Emba (tengah) saat mengecek situasi di Pasar Laino. Ia menginstruksikan percepatan pembangunan kios permanen agar relokasi pedagang dapat dilakukan.


KENDARIPOS.CO.ID — Wajah Pasar Laino di Kota Raha kembali kumuh, padahal peresmiannya belum lama dilakukan. Pedagang kembali membuka lapak di bahu jalan meski telah disediakan kios permanen. Upaya relokasi terbentur pekerjaan sebagian gedung pasar modern yang belum tuntas. Bupati Muna, LM Rusman Emba, memberi waktu penertiban pasar hingga sebelum bulan Ramadan.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Laino, Minto, berargumen, pedagang terpaksa meluber ke jalan karena sebagian belum mendapat jatah kios di gedung permanen. Pedagang tak punya pilihan karena tempat sebelumnya di pelataran terminal juga telah ditertibkan. Kondisi itu membuat pedagang di dalam gedung memilih ikut membuka lapak di luar.

“Pembeli kan kalau bisa di luar, kenapa harus ke dalam. Akhirnya, semua keluar lagi di jalan. Itu kebanyakan pedagang ikan dan sayur. Baru sekitar empat hari mereka keluar. Itu inisatif pedagang sendiri,” jelas Minto, akhir pekan lalu.

Ia menambahkan, penataan pasar Laino akan sulit dilakukan sepanjang akar masalahnya belum tersentuh solusi. Semuanya bermula dari ketimpangan jumlah pedagang dan kios tersebut. Asosiasi menyebut pedagang mencapai 1.200 orang lebih. Sementara ketersediaan kios permanen di dalam gedung hanya sekitar 750 unit. Pemerintah sebenarnya telah menambah satu gedung tambahan untuk mengatasi hal itu. “Tapi gedungnya sampai sekarang belum selesai. Padahal dikerjakan tahun 2019,” tambahnya.

Pedagang yang meluber ke jalan, menurutnya hanya bias dari ketimpangan keberadaan kios tersebut. Asosiasi sudah mengadukan hal itu kepada pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muna. Ia berharap penataan segera dilakukan sebelum Ramadan. “Kalau tidak ditertibkan, itu tambah banyak lagi yang keluar. Orang tidak bisa lewat di jalan,” tuturnya.

Bupati Muna, LM Rusman Emba menerangkan, pekerjaan tambahan kios permanen seharusnya sudah tuntas sejak Maret lalu. Ia tak tahu pasti kendala keterlambatannya. Namun dengan tegas dirinya meminta penyelesaian pekerjaan dipercepat. Relokasi pedagang di bahu jalan dilakukan setelah kios siap ditempati. “Kita kasih waktu sampai sebelum masuk Ramadan, harus selesai,” ultimatumnya.

Pasar sentral Laino sudah menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang tidak kunjung selesai. Kondisi pasar semrawut sejak gedung pasar modern bermasalah pada 2016 lalu. Pedagang terus berpindah tempat dan sporadis. Upaya penataan gedung pasar dilakukan pada 2019 dengan dana Rp 4,5 miliar dan pembangunan tambahan kios permanen senilai Rp 5,9 miliar. “Kita menyelesaikan masalah secara komprehensif makanya butuh waktu. Insya Allah sebelum ramadan tuntas semua,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy