Kades di Konsel Diminta Verifikasi KK Terdampak – Kendari Pos
Konawe Selatan

Kades di Konsel Diminta Verifikasi KK Terdampak


KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Desa telah mengeluarkan kebijakan terkait pengelolaan dana desa (DD) yang akan dialokasikan untuk pemberian bantuan langsung tunai (BLT) terhadap kepala keluarga (KK) yang terdampak Covid-19. Khususnya dari segi ekonomi masyarakat. Penegasan itu disampaikan Bupati Konawe Selatan (Konsel), H. Surunuddin Dangga.

Kades di Konsel diminta memverifikasi warganya yang terdampak pandemi Covid-19 agar menghindari tumpang tindih penerimaan bantuan nantinya. Tampak Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga saat melakukan penyemprotan disinfektan. Foto: Kamaludin/Kendari Pos

Ia menyebut, BLT itu bersumber dari jumlah alokasi dana desa (ADD) dan DD di masing-masing daerah. Dari jumlah tersebut akan direalokasi sekitar 25 persen untuk BLT. “Ditengah pandemi Covid-19 ini, ada kebijakan untuk bantuan tunai bagi KK yang terdampak. Aturannya sudah ada, tinggal saya tandatangani. Jumlahnya sama dengan dari Mensos, sekitar Rp 600 ribu per KK yang akan diberikan selama tiga bulan. 25 persen dari dana desa. Itu diluar yang Rp 10 juta yang alokasikan untuk pencegahan Covid-19 di desa,” ungkapnya, kemarin. Untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan tersebut, Surunuddin meminta para kepala desa (Kades) agar segera memverifikasi warganya yang ikut terdampak. Khususnya yang belum mendapatkan bantuan sama sekali. “Jadi kita hindari tumpang tindih. Supaya betul-betul data akurat. Jangan sampai ada yang ganda. Makanya kita minta para kepala desa untuk bersinergi verifikasi warga yang kena dampak ekonomi,” tegasnya.

Mantan ketua DPRD Konsel ini menjelaskan, sejumlah bantuan dan alokasi dana untuk Covid-19 ini akan diverifikasi oleh Inspektorat dan BPKP. Saat ini pihaknya masih menampung sejumlah alokasi anggaran yang ada. Selanjutnya akan disampaikan ke DPRD. “Jadi semua ini akan direview tujuan penggunaan apa-apa saja. Misalnya ketika ada operasi, baru kita belanja. Karena kita tidak mungkin menghabiskan anggaran ini tanpa tujuan yang jelas,” sambung bupati.

Pada kesempatan itu, Surunuddin menegaskan, sejauh ini belum ada anggaran yang digunakan Pemkab terkait yang terdampak Covid-19. Terkait informasi yang beredar jika Pemkab sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk penanganan Covid, Surunuddin membantahnya. “Itu ada info di media sosial katanya Pemkab sudah habiskan dana Rp 4 miliar untuk penyemprotan Disinfektan. Sekali lagi saya tegaskan, sepeserpun belum ada yang kita belanjakan. Baik dari dana saving APBD maupun yang lainnya,” tegas Surunuddin.

Untuk biaya penyemprotan selama ini, adalah dana partisipasi semua pihak. Baik itu dari desa, kecamatan maupun pihak dinas terkait. “Termasuk uang makan dan operasional terkait pencegahan, serta pembelian APD wabah corona. Itu masih dana partisipasi. Jangan berpikir bahwa Pemkab sudah membelanjakan dana Covid. Saya harap kita semua bisa sinergi dalam mengatasi wabah ini,” tandasnya. (b/kam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy