JUJUR, KITA PANIK, Oleh: Aswar Samaila – Kendari Pos
Opini

JUJUR, KITA PANIK, Oleh: Aswar Samaila

Aswar Samaila

KENDARIPOS.CO.ID — Virus Corona yang biasanya juga disebut COVID-19 (Coronavirus Disease-19) merupakan pandemi global. Istilah pandemi, label bagi wabah menular yang menjakiti wilayah geografis yang luas. Spekulasi awal dari virus ini, tentu Cina menjadi negara tertuduh sebagai pembuatnya. Sebab, disanalah awalnya terjadi. Tepatnya, di Kota Wuhan. Saya belum pernah ke sana. Jadi, jangan tanya kepada saya, bagaimana situasi kota tersebut. Hehehe.

Kita jadi melek. Karena kita merasakan efeknya. Mulai sekolah di rumah, kerja di rumah. Istilah kerennya WFH (Work From Home) sampai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Setiap hari pemerintah mengumumkan deretan angka tentang efek dari virus ini: OTG, ODP, PDP, Positif, dll. Saya jarang mengikuti lebih detail. Karena tidak mau seperti sedang menanti panggilan terhadap diriku sendiri. Dengan rentetan korban yang berjatuhan, sebagai manusia ada rasa takut menyelimuti diri kita sendiri. Kita bertemu dengan orang jadi parno (bahasa gaul diambil dari kata paranoid). Ada yang batuk atau bersin saja, kita sudah jadi dag dig dug. Jangan-jangan, ah sudahlah.

Sejak Jumat, 10 April 2020 sampai Ahad, 12 April 2020, sesuai edaran Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain, warga diminta stay (tinggal) di rumah selama tiga hari. Beredar isu, siapa yang keluar rumah dalam kurun waktu tiga hari itu, akan diamankan TNI-POLRI. Padahal, faktanya tidak seperti itu.

Sehari sebelum hari yang ditunggu itu tiba, warga mengerumunui pusat-pusat perbelanjaan, pasar-pasar untuk membeli persiapan di rumah. Suasananya mirip, seolah besok akan lebaran. Harus kita akui, fenomena ini terjadi karena rasa takut. Inilah yang memicu kepanikan. Beberapa politisi mengkritisi kebijakan ini. Mungkin juga karena rasa takut. Takut kehilangan “panggung”.

Rasa takut itulah, membuat kita kehilangan kontrol diri (sense of control). Kehilangan kontrol, akhirnya bisa menimbulkan efek kepanikan membeli sesuatu. Seharusnya membeli kebutuhan untuk tiga hari saja, namun ternyata lebih dari itu. Mereka membeli sesuatu di luar kebutuhannya. Fenome inilah yang disebut Stanley Cohan sebagai kepanikan moral. Suatu kondisi atau situasi orang atau sekelompok orang, muncul dan didefinisikan sebagai ancaman bagi nilai atau kepentingan masyarakat. Terus mawas diri. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy