Jangan Panik ! Pemprov Jamin Kebutuhan Pokok Aman – Kendari Pos
Metro Kendari

Jangan Panik ! Pemprov Jamin Kebutuhan Pokok Aman

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus memantau harga kebutuhan pokok di pasar. Beberapa memang mengalami lonjakan harga, namun tak terlalu signifikan. Gubernur Sultra, Ali Mazi menjamin sejauh ini kebutuhan pokok di Sultra aman. Mantan Ketua NasDem Sultra ini mengaku sudah melakukan sidak ke pasar bersama pimpinan OPD, TPID serta Forkopimda. Semua ketersediaan bahan pokok dilihat. Bahkan, mengecek satu persatu harga yang ada. Beberapa memang ada yang mengalami lonjakan, tapi tidak signifikan. “Alhamdulillah kebutuhan kita di Sultra masih aman. Tidak ada lonjakan yang signifikan. Walaupun ada paling naik sedikit dan stok masih cukup,” kata Ali Mazi.

Suami Agista Ariyani ini menambahkan, kebutuhan beras di Sultra tersedia di Bulog, hingga beberapa bulan ke depan. “Kalaupun beras kurang tidak terlalu bermasalah. Kita banyak sumber pangan alternatif pengganti beras seperti singkong (ubi), jagung dan sagu. Tapi saya minta masyarakat, jangan ada yang menimbun barang. Disperindag harus rutin cek di lapangan menghindari adanya lonjakan harga,” tegasnya. Kepala Disperindag Sultra, Siti Saleha mengatakan, saat ini lonjakan harga paling signifikan pada gula pasir. Di mana harga eceran tertinggi (HET), semula Rp 12.500 kini mencapai Rp 19 ribu bahkan sampai Rp 20 ribu per kilonya. Kalau beras, bahkan ada yang turun. Untuk jenis Konawe misalnya dari Rp 11.133 menjadi 10.867 per kilonya.

Untuk ketersedian stok beras medium saat ini sebayak 5.502 ton. Kemudian gula pasir sekitar 53 ton. Komoditi lain seperti bawang putih juga sempat melonjak harganya, namun terakhir ini mengalami penurunan. Dari harga Rp 50 sempai Rp. 60 ribu perkilo, sekarang turun sampai Rp 35 ribu perkilo. “Kalau kebutuhan lain masih terkendali. Tetapi untuk gula pasir kelangkaan ini memang secara nasional.

Kenaikan harga sejumlah komoditi memang akibat suplai barang dari distributor yang kurang. Dimana beberapa distributor gula pasir sudah 6 bulan bahkan 7 bulan tidak mendapatkan suplai dari Jawa Timur. Namun kami bersama TPID dan satgas pangan terus memantau itu. Untuk menghindari adanya permainan harga pasar,” imbuhnya. Selain itu, lanjut Saleha, cabe rawit juga mengalami penurunan harga dari harga bulan Januari Rp.64.667 perkilo, menjadi Rp.29.900 pada Maret ini. Sementara untuk ikan tidak ada masalah. (rah)

Pemprov Pastikan Sembako Tersedia
-Gubernur pastikan aman sampai beberapa bulan
-Stok beras medium capai 5.502 ton
-Stok gula pasir sekira 53 ton

Lonjakan Harga Versi Disperindag
-Gula pasir paling signifikan kenaikan harga
-Semula Rp 12.500 per kilogram
-Sekarang Rp 19 ribu- Rp 20 ribu per kg

Harga Sejumlah Komoditi Turun
*Beras Konawe
-Dari Rp 11.133 menjadi 10.867 per kg

*Bawang Putih
-Harga awalnya Rp 50 sampai Rp. 60 ribu per kg
-Sekarang turun sampai Rp 35 ribu per kg

Sumber: Data Diolah Kendari Pos

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy