Jam Operasional Kapal Penumpang Dibatasi, Kapal Barang dan Logistik Normal – Kendari Pos
Metro Kendari

Jam Operasional Kapal Penumpang Dibatasi, Kapal Barang dan Logistik Normal

KENDARIPOS.CO.ID — Sejak wabah corona virus (Covid-19) merebak, pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan. Salah satunya pembatasan aktivitas di pelabuhan. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, nomor SE 13 Tahun 2020 tanggal 26 Maret 2020 tentang Pembatasan Penumpang di Kapal, Angkutan Logistik dan Pelayanan Pelabuhan Selama Masa Darurat Penanggulangan Bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dalam edaran tersebut, diatur mekanisme penutupan pelabuhan diinisiasi pemerintah daerah (Pemda).

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Benyamin Ginting mengakui kalau ada pembatasan jam operasional kapal penumpang. Namun, khusus kapal barang dan logistik, tidak ada perubahan atau tetap normal. “Jadi, bukan ditutup. Hanya dibatasi saja operasionalnya. Sebagai contoh, kapal malam yang akan ke Wakatobi, biasanya beroperasi dua kali seminggu, sekarang tinggal satu kali,” ungkap Benyamin, kemarin.

Dia menambahkan, penutupan pelabuhan menjadi kewenangan pusat. Tapi untuk pembatasan kapal penumpang, menjadi kewenangan daerah. “Saat ini beberapa perusahaan sudah mengurangi armadanya. Jadi, pembatasan ini khusus kapal penumpang. Sedangkan kapal barang dan kapal logistik tidak dibatasi,” jelasnya. Pembatasan ini, lanjut dia, sebagai upaya mengurangi berkumpulnya banyak orang di pelabuhan.

Selain itu, Syahbandar juga minta para operator kapal intens dilakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian, setiap kali naik dan turun penumpang, selalu dilakukan pengukuran suhu tubuh. Kalau suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, langsung ditindaklanjuti KKP. “Kami juga akan bagikan buku sehat kepada setiap penumpang pengguna angkutan laut. Setiap penumpang harus mencantumkan perjalanannya sebelum berada di kapal, supaya KKP bisa monitor,” terangnya.

Kepala Cabang PT UKI Raya Lines, Hardiyanto menjelaskan, pemberangkatan ke Wakatobi ada dua perusahaan kapal. Dulunya memang empat kali seminggu: Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu. “Tapi sejak ada pembatasan, saat ini keseluruhan jadi dua kali semingu: Kamis dan Sabtu. Atau satu kali seminggu untuk satu perusahaan kapal. Tetapi ini untuk jalur Kendari-Waodeburi-Wanci,” terangnya.

Dia melanjutkan, sejak adanya wabah corona ini memang ada penurunan penumpang. Tapi sebagai penyedia jasa, mereka memaklumi itu. “Bahkan untuk pembatasan ini, kita sebagai penyedia jasa membantu pemerintah dalam penanganan covid-19. Saat ini kita tidak mungkin mau lockdown, sebab banyak kebutuhan masyarakat Wakatobi bergantung dari Kota Kendari, seperti sembako, beras, telur, sayur mayur dan lain-lain. Selain itu masyarakat Wakatobi juga suka menyuplai ikan untuk warga Kendari,” imbuhnya. (b/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy