Jalani Karir, Tunaikan Kewajiban! – Kendari Pos
Metro Kendari

Jalani Karir, Tunaikan Kewajiban!

KENDARIPOS.CO.ID — Raden Ajeng Kartini memang telah wafat. Namun semangat dan tekadnya tak akan pernah padam. Tongkat estafet gerakan emansipasi kaum hawa terus berlanjut termasuk di jazirah Tenggara Sulawesi. Jangan heran, banyak kaum hawa di Sultra mampu mendapat kepercayaan menduduki jabatan strategis. Capaian itu bukan datang begitu saja, namun butuh kerja keras dan proses yang panjang. Salah satunya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra, Hj Isma.

Soal komptensi, Hj Isma memang tak diragukan. Berkat kepiawainnya, mimpi Sultra meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK akhirnya tercapai. Padahal sebelumnya, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) disclaimer. Prestasi ini mampu dipertahankan hingga enam kali berturut-turut. Kini, Pemprov Sultra masih menunggu hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2019.

Di tengah pandemi covid-19, Hj Isma tetap menjalankan tugasnya sebagai abdi negara dan keluarga. Sebagai instansi pelayanan, Work From Home (WRH) memang tak berlaku di lembaganya. Namun hal itu tak dipermasalahkannya. Baginya, pekerjaan bagian dari pengabdian yang harus dilaksanakan penuh tanggungjawab. Apalagi bekerja untuk pembangunan daerah dan kemaslahatan masyarakat bagian dari ibadah.

Problematika yang dihadapi wanita karir memang agak berat. Namun jika dikerjakan dengan keikhlasan terasa lebih ringan. Makanya, ia mengaku tetap enjoy dengan segala kesibukannya. Intinya, bagaimana membagi waktu antara pekerjaan di kantor dan keluarga.

“Sebagai ibu, saya memiliki tanggungjawab mendidik anak. Untuk itulah, saya harus bisa membagi waktu. Terkadang, saya juga meminta izin pimpinan. Tapi itu pun kala persoalan mendesak. Seperti kejadian kemarin, saya terpaksa minta izin tak ikut rapat serapan APBD di Rujab. Sebab selama tujuh hari, anak saya menunggu menyelesaikan tugas proyek vidionya. Kalau tidak selesai, maka dia akan gagal,” katanya.

Tugas seorang ibu kata dia, bukannya hanya pekerjaan dan urusan rumah tangga. Namun juga harus berperan menggantikan posisi guru di rumah. Apalagi aktivitas di luar rumah sudah berkurang. Selama stay di rumah, harus mendidik dan memberi pemahaman agar keluarga terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Jadi memang dengan covid ini peran ibu bukan hanya dengan bagi-bagi masker, tetapi dengan dia di rumah saja sudah membantu memutus mata rantai dan khususnya menggantikan peran guru yang selama ini ada di sekolah. Jadi betul-betul para ibu itu menjadi kartini di masa ini,”bebernya.

Ia berharap pandemi covid-19 ini segera berakhir. Agar semua katifitas bisa berjalan normal kembali. Terlebih sebentar lagi seluruh umat muslim akan menjalankan ramadhan. “Yah saya pribadi dan seluruh masyarakat dunia, Indonesia secara umum bahkan Sultra secara khusus berharap semoga di momen ramadhan ini tuhan mengangkat semua wabah ini dan cepat berlalu. Sehingga kita bisa menjalankan aktifitas serta ibadah ramadhan kita secara normal kembali,” katanya. (b/rah)

Optimalkan Pelayanan, Terapkan Social dan Physical Dinstancing

Di tengah merebaknya pandemi covid-19 di wilayah Sultra tidak serta merta membuat kinerja Badan Pemeriksa Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra menurun. Bahkan mereka terus optimalkan pelayanan walaupun, jumlah ASN yang melayani berkurang akibat harus bergantian.

Kepala BPKAD Sultra, H. Isma mengatakan telah mengatur jam kerja agar pelayanan tetap jalan. Pengaturan jam kerja setiap hari. Khusus pencairan uang ada tujuh orang yang masuk melayani setiap hari. Sedangkan di bidang-bidang lainya masing-masing tiga orang. “Jadi prinsipnya setiap hari itu ada pelayanan tetapi shift-shiftan. Yang tadinya pegawai berkantor seratusan lebih perhari. Saat ini yang berkantor kurang lebih 20-an yang masuk setiap hari. Prinsip pelayanan dan pencairan masih tetap berjalan,” ungkapnya.

Demi menghindari kerumumanan orang yang masuk atau berkunjung ke kantor, pihaknya telah membatasi jam pelayanan untuk pemasukan transaksi atau SPM masuk hanya sampai jam 12.00 wita yang biasanya hingga pukul 15.00 wita. Sebagai antisipasi penyebaran virus, pihaknya telah menyiapkan tempat cuci dan pemeriksaan suhu tubuh. Kemudian di loket-loket juga ada handsanitizer walaupun di depan pintu sudah ada tempat cuci tangan.

“Bagi pegawai BPKAD baik pergi dan pulang kantor khususnya ke kantor kita minta untuk tidak singgah-singgah ke tempat lain. Dari rumah langsung kantor. Kalau pulang kecuali ada keperluan mendesak baru boleh mampir untuk sampai ke rumahnya, itu yang saya pribadi terus sampaikan kepada staf saya,”terangnya.

Selain ini, pihaknya mewajibkan pegawai menggunakan masker. Penerapan social dan physical distancing turut diberlakukan. Satu ruangan yang tadinya di huni 30 orang, kini tinggal tujuh orang. Bagi pegawai yang berusia 50 tahun ke atas dan sedang hamil diberi kemudahan bekerja di rumah.

“Kalau ada pekerjaan khususnya yang pelayanan dia diantarkan di rumah, nanti besok pagi ada kurir yang mengambil lagi untuk diantarkan ke kantor. Bisa saja, pekerjaannya diambil pegawai lain. Jadi pegawai yang usianya 50 tahun ke atas dan hamil sudah kita tak izinkan masuk. Karena mereka sangat rentan,” ujarnya. (b/rah)

Siapkan Chamber, Rutin Semprot Desinfektan

Segala bentuk pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dilakukan (BPKAD) Sultra. Semua instruksi pemerintah pusat maupun daerah telah dilakukan secara rutin demi tetap menjaga kesehatan serta keselamatan para pegawainya. Setiap saat, BPKAD rutin melakukan penyemprotan desinfektan.

Kepala BPKAD Sultra, H. Isma mengatakan penyemprotan desinfektan rutin dilakukan. Baginya, mencegah lebih baik, demi memutus mata rantai penyebaran corona. “Terkait penyemprotan desinfektan sudah kami lakukan sejak awal, pertama dari Dinkes. Tetapi untuk kami setiap hari rutin sebelum masuk kantor, khusus saya di ruangan itu di semprot semua,”terangnya.

Selain itu, ruang rapa sudah diubah berdasarkan standar protokol kesehatan guna physical distancyng. Jadi ruangan rapat salah satu tempat yang perlu diperhatikan dalam penyemprotan desinfektan. “Kalau ruangan rapat kita itukan sudah jadi ruang rapat umum. Jadi setiap kali selesai rapat kita semprot,”jelasnya.

BPKAD turut menyiapkan chamber atau bilik disinfektan. Namun bilik yang dibuat ini tak disemprot menggunakan cairan disinfektan namun ion atau uap. Chamber yang digunakan sesuai dengan standar WHO. Bilik yang dibuat seperti yang digunakan Polda Jawa Barat, Pemkab Bogor dan DKI Jakarta.

“Jadi tidak menyemprot hanya uap saja. Kami tidak menggunakan desinfektan yang diramu sendiri, tetapi menggunakan yang pabrikan untuk menjaga. Apalagi orang-orang yang baru masuk kan kita tidak tau dia dari mana, jadi wajib. Tiap jumat saya minta ke sekretaris itu disemprot semua ruang. Tetapi khusus ruang rapat itu karena kondisional, setia habis rapat disemprot,” kata Isma. (c/rah)

Biodata
Nama : Dra Hj. Isma Msi.
TTL : Kendari, 6 Maret 1966
Suami : Raden Denny Sukmajaja (Pensiunan BPKP)
Anak : Raden Almizan Sumiartony
Raden Zaki NA Sumiartony

Pendidikan :
D3 APDN tahun 1988
S1 IPP tahun 1993
S2 UGM tahun 2000

Jabatan :
Kepala BPKAD Setprov Sultra
Kepala Biro Keuangan Setprov Sultra
Kepala DPPKAD Konsel
Kabid Anggaran DPPKAD Konsel
Kabag Keuangan Setda Konsel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy