IHSG dalam Tren Turun, Kesempatan Beli Saham – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

IHSG dalam Tren Turun, Kesempatan Beli Saham

Kepala Harian BEI Sultra, Ricky (baju batik) saat berkunjung ke Graha Pena Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Dampak penyebaran Covid-19 telah terlihat di pasar modal. Perlambatan ekonomi yang diakibatkan oleh wabah Covid-19 ini sangat berpengaruh pada kinerja-kinerja perusahaan tercatat (emiten) yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi itu diungkapkan Kepala Harian BEI Sulawesi Tenggara (Sultra), Ricky, Rabu (29/4).

Menurut Ricky, dampak tersebut dapat terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada pada posisi 4.529 (penutupan 28 April 2020). Di Sultra sendiri terlihat dengan terjadinya penurunan nilai transaksi bulanan.

“Sebagai contoh di Sultra nilai transaksi saham pada bulan Desember 2019 senilai Rp 41.180.214.400 namun pada Maret 2020 hanya senilai Rp 27.864.022.300 atau turun sekitar 32 persen. Kami meyakini di bulan April ini transaksi akan meningkat disebabkan penurunan harga saham yang mulai terbatas,” ujarnya, kemarin.

Lanjut dia, penurunan harga saham ini merupakan salah satu momen terbaik untuk berinvestasi di pasar modal, khususnya pada instrumen investasi saham. Terlebih, sudah banyak perusahaan yang menjual sahamnya dengan harga murah.

“Sayang sekali kalau kesempatan emas seperti ini tidak dimanfaatkan. Beberapa kali penurunan tajam pernah terjadi di pasar modal, seperti tahun 1998 dan 2008. Namun, sekitar satu tahun kemudian IHSG dapat kembali ke harga tertingginya. Kita tidak tahu dampak yang disebabkan oleh Covid-19 ini akan sampai sejauh apa. Kami berkeyakinan bila pandemi segera teratasi, pasar modal Indonesia juga akan pulih lebih cepat,” pungkasnya.

Analis Sekuritas dari MNC Sekuritas KP Kendari, Nyoman Riyo mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan pasar modal mengalami tren penurunan yang tercermin dari IHSG yang secara year to date turun sebesar 27 persen. Hal tersebut merupakan respon negatif para pelaku pasar akibat cepatnya Covid-19 menyebar serta belum adanya anti virus wabah tersebut.

“Menurut saya, ini kesempatan untuk mulai menyicil beli saham yang memiliki fundamental yang baik dan yang terpenting belum membagikan deviden. Strategi belinya harus nyicil atau bisa beli setiap bulannya untuk memanfaatkan penurunan harga saham dengan fundamental yang baik. Nyicilnya harus konsisten. Misalnya, kita beli saham A 2 lot, jadi setiap bulan 2 lot,” terangnya.

Tapi Nyoman mengingatkan, saham yang dibeli harus memenuhi beberapa kriteria. Pertama, perusahaan yang akan dibeli sahamnya harus sudah berdiri minimal lima tahun, semakin lama semakin baik. Ini berkaitan dengan ketahanan saat mengalami krisis sebelumnya. Kedua, saham yang produknnya minimal digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Ketiga, saham yang perusahaannya ada di daerah tempat tinggal calon investor.

Beberapa sektor yang menurutnya bisa dipantau oleh investor yaitu perbankan dan konsumer. “Untuk saham yang baik dibeli di kondisi saat ini bisa lirik sektor konsumer perbankan,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan analis dari RHB Sekuritas RO Kendari, Harry. Kriteria saham yang layak dibeli dalam situasi saat ini menurutnya yang bersifat jangka panjang (investasi) ataupun jangka pendek (short time/trading).

“Untuk investasi jangka panjang kami merekomendasikan beberapa saham yang memang kualitasnya bagus secara fundamental di antaranya saham sektor konsumer, perbankan, serta emiten sektor konstruksi,” tutur Harry.

Sementara, Marketing Officer Indopremier, Zulwan menyarankan ahar berinvestasi di sektor konsumer dan telekomunikasi.

“Volatilitas harga memang masih tinggi untuk jangka pendek. Tapi ini justru menguntungkan bagi trader. Sedangkan untuk investor bisa melakukan pembelian secara berkala pada saham tertentu,” ujarnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy