Hugua Nilai Siskamling bisa Diterapkan untuk Mitigasi Covid-19 – Kendari Pos
Nasional

Hugua Nilai Siskamling bisa Diterapkan untuk Mitigasi Covid-19

Ir. Hugua

KENDARIPOS.CO.ID — Wabah corona atau Covid-19 sudah tersebar ke 34 provinsi di Indonesia. Berdasarkan data covid19.go.id, kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif di Indonesia mencapai 3.512 pada Sabtu (11/4/2020). Dari jumlah kasus positif corona tersebut, sebanyak 306 meninggal sementara 282 pasien lainnya berhasil sembuh dan diizinkan pulang.

Melihat situasi itu, Ir. Hugua selaku Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan menilai bahwa dalam konteks otonomi daerah, Pemda harus mengambil alih komando secara cepat, tegas, mandiri, dan segera menyusun strategi mitigasi bencana Covid-19 yang terstruktur, masif dan terukur melalui APBD Perubahan, masing-masing sesuai Permendagri No 20 Tahun 2020. Hal ini dinilai mendesak untuk menghindari pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di daerah lain sebagaimana diterapkan di DKI Jakarta.

Salah satu pola pendekatan yang tepat menurut Hugua adalah menghidupkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada tingkat lingkungan/RT di seluruh Indonesia.

“Siskamling adalah sistem gotong royong yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dan terbukti mampu menekan angka kriminal secara signifikan,” ujar Hugua kepada Kendari Pos, Sabtu (11/4/2020).

Lebih lanjut, Ketua Asosiasi Pemda 6 Negara CTI (LGN-CTI) ini menyebut bahwa pola Siskamling sebenarnya sudah berjalan pada tingkat desa dan lingkungan RT saat gerakan pembatasan jalan di kawasan pemukiman sejak Covid-19 merebak. Hanya saja sistem dan mekanisme kerjanya belum terbangun. Mestinya, kata dia, Ketua RT sebagai koordinator Covid-19 di tingkat RT masing-masing menetapkan jadwal jaga bergilir secara merata kesemua warga, menyusun sistem dan mekanisme kerja, serta memobilisasi sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan sistem tersebut.

“Smuanya ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua orang yang terinfeksi Covid-19 tercatat, tertangani dan terlaporkan ke pusat rujukan. Sehingga, pasien akan mudah terpantau perkembanganya dan juga eskalasi penyebaran virusnya ke keluarga atau tetangganya dapat dicegah secara dini,” terangnya.

Hal yang sama juga berlaku kepada pendatang baru yang masuk ke kawasan lingkungan RT. Petugas jaga dapat memeriksa suhu tubuh atau bahkan mengantar ke pusat rujukan jika mencurigakan untuk selanjutnya mendapatkan tindakan medis. Selain itu, petugas jaga juga dapat memantau secara ketat proses isolasi mandiri selama 14 hari warga pendatang baru dan dipastikan yang bersangkutan terpenuhi kebutuhan dasarnya selama isolasi mandiri sehingga tidak kemana-mana menyebarkan virus Corona ke orang lain.

Lebih jauh Ketua PHRI Sulawesi Tenggara (Sultra) ini menjelaskan, Siskamling bisa menjadi wadah yang tepat untuk menyalurkan bantuan sosial dan alat pelindung diri (APD) bahkan sebagai tempat pelaksanaan rapid test baik bersumber dari pemerintah maupun swasta karena data yang dimiliki lebih akurat.

“Saya berharap kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi untuk membuat surat edaran kepada semua bupati dan walikota di Sultra untuk mengaktifkan kembali Siskamling di dearahnya masing-masing guna menghindari Sultra sebagai daerah penerapan PSBB baru nantinya,” imbaunya.

Menurutnya, jika pola Siskamling (buttom up) berfungsi dengan baik dan bersinergi dengan program top down dari pemerintah pusat, maka pasti akan mampu menekan jumlah korban dan laju penyebaran Covid-19 secara signifikan di Sultra.

Ia mengingatkan bahwa berdasarkan simulasi dari berbagai lembaga, baik yang dilakukan oleh BIN, ITB maupun UI, dapat disimpulkan bahwa puncak sebaran Covid-19 di Indonesia mulai pada pertengahan April hingga Juni 2020. Hal ini relevan dengan Kurva JP Morgan Insurance yang mencatat laju penyebaran Covid-19 di Indonesia berada pada posisi ke-3 setelah Filipina dan Brazil yang masih barada di dasar kurva dan segera akan meningkat tajam mencapai puncak kurva dalam waktu dekat.

“Kita berharap untuk dapat segera melewati masa-masa sulit ini dan Indonesia mengikuti jejak China dan Korea Selatan yang telah melewati puncak kurva dan aktivitas bisnis dan sosial mulai berangsur pulih,” tandasnya. (uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy