Hj. Sitti Saleha, Wanita Tangguh Gelorakan Semangat Kartini – Kendari Pos
Metro Kendari

Hj. Sitti Saleha, Wanita Tangguh Gelorakan Semangat Kartini

KENDARIPOS.CO.ID — Hj Sitti Saleha bukan wanita sembarangan. Kiprahnya sebagai pejabat teruji. Faktanya, sudah beberapa posisi strategis di pemerintahan diembannnya. Dia pernah menjabat sebagai Pj Bupati Bombana. Meski hanya beberapa bulan, namun cukup terlihat kinerjanya. Paling utama, di posisinya sekarang sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra belum tergoyahkan. Kepercayaan pimpinan (gubernur) kepadanya dibalas dengan dedikasi dan kinerja yang luar biasa.

Itulah Hj Sitti Saleha. Sosok wanita tangguh yang mungkin hanya segelintir orang bisa menyamainya. Dia mudah menyesuaikan dengan keadaan. Di saat musibah Covid-10 (coronavirus) melanda seperti ini, dia tampil. Dia menjadi bagian dari garda terdepan yang mendorong masyarakat dan semua elemen bersinergi melawan Covid-19 tersebut.

Semangat Kartini bergelora dalam dirinya. Dia ingin wabah Covid-19 ini cepat berlalu. Di sisi lain, dia juga ingin memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat terpenuhi di masa pandemi seperti sekarang. “Perempuan tidak boleh membiarkan dirinya dalam ‘kegelapan’, meski sedang dihadapkan dengan ujian serius ini (Covid-19). Kita harus bangkit dan menjadi bagian untuk melawannya,” kata Sitti Saleha, kemarin.

Penyebaran Covid-19 semakin meluas. Jika tak ditangani lebih cepat dan tepat, maka berpotensi merugikan kehidupan masyarakat. Makanya, perlu semua elemen bahu membahu membantu pemerintah dalam upaya percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19 tanpa terkecuali. “Kita semua harus sinergi. Ini juga sebagai bentuk kepatuhan kepada pemerintah,” ujarnya.

Banyak cara bisa dilakukan memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satu paling mudah adalah melindungi keluarga. Caranya, meminta mereka tetap di rumah dan memberikan semangat. “Kita harus berani lawan corona dengan tetap berada di rumah saja. Makan makanan bergizi dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Perempuan harus bisa jadi pedagog di rumah, selama pandemi Covid-19 ini. Anak-anak yang ada di rumah jangan dianggap sebagai beban, melainkan amanat yang membutuhkan pengerahan kemampuan etik dan edukatifnya. Serta melindunginya dari ancaman wabah ini,” jelasnya. Saleha menambahkan, upaya penanganan dan pencegahan ini bisa sukses, jika perempuan berani dan gigih memperjuangkannya. Kegigihan dan perjuangan itu merupakan kunci yang menentukan keteladanan seperti Kartini. (adv/ags)

Pastikan Harga Terkendali,
Siap Gelar Operasi Pasar Mobile

Di tengah pandemi Covid-19, beberapa harga komoditas mengalami kenaikan. Sebut saja gula pasir yang kini dibanderol Rp 20 ribu per kg dari yang sebelumnya hanya Rp 12 ribu per kg. Kemudian beras medium dari Rp 9 ribu per kg menjadi Rp 10 ribu per kg. Kendati demikian, Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Sultra melalui Disperindag bertindak cepat untuk penanganannya. Belum lama ini, Disperindak melakukan sidak pasar guna memastikan harga kebutuhan pokok masih bisa dijangkau masyarakat.

“Harganya (gula dan beras) memang naik. Tapi kami sudah imbau warga pasar agar tidak perlu khawatir. Melonjaknya harga komoditas itu karena memang pasokannya kurang dan dalam waktu dekat harganya akan kembali normal. Kemendag sudah buka kerang impor gula dan kini sudah menuju Kendari. Sedangkan beras tidak lama lagi akan masuk panen raya. Jadi tidak perlu khawatir,” ungkap Hj. Sitti Saleha, Kepala Disperindag Sultra.

Dalam sidak tersebut, pihaknya pun mengingatkan para pedagang agar tidak memanfaatkan situasi dengan menaikan harga secara sepihak. Apalagi sambung dia, harga yang dijualkan oleh pedagang melewati dari HET (Harga Ecerab Tertinggi) yang sudah ditetapkan pemerintah. “Saya pastikan tidak ada pedagang yang menaikan harga sembako di pasar. Jika ada yang berani, maka saya tidak segan memberikan sanksi berupa penutupan lods pedagang. Bahkan tidak menutup kemungkinan kita akan pidanakan. Kebetulan dalam sagtas adan unsur kepolisian jadi semakin mudah untuk kordinasi dan kontrol,” tegasnya.

Guna memutus rantai penyebaran virus Corona, Hj. Sitti Saleha meminta masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Utamanya rajin cuci tangan. Dengan begitu akan meminimalisir potensi penularan wabah korona. Pihaknya, telah memasang wastafel portabel diseluruh pasar tradisional di Sultra. “Pasar merupakan salah satu tempat yang berpotensi menjadi sumber penularan. Oleh karena itu, semua kami pasangi Wastafel Portable dengan tujuan, para pedagang dan pembeli sebelum dan sesudah bertransaksi bisa langsung mencuci tangan,” jelasnya.

Selain menyerukan masyarakat khususnya pedagang agar rajin mencuci tangan, pihaknya mengimbau seluruh pedagang agar mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan dipasar sesuai arahan dan instruksi dari pemerintah. “Pasar kan tidak mungkin ditutup, karena menjadi sumber kebutuhan masyarakat. Oleh karenanya, kami memberikan edukasi kepada mereka (pedagang dan pembeli) supaya bisa terhindar dari penularan wabah ini. Dan yang paling penting juga mereka jaga jarak,” imbuhnya. (adv/ags)

Biodata

Nama : Hj. Sitti Saleha, SE., M.Si
TTL : Buton, 21 Juni 1964
Pangkat : Pembina Utama Madya Golongan IV/D
Suami : H. Syamsahril Kamal
Anak :

  1. Muhammad Irzal Rezky F
  2. Muhammad Ishar Adrian Fadly
  3. Sitti Firqa Meirna Nadila

Riwayat Jabatan :

  1. Pj. Bupati Bombana (2016 – 2017)
  2. Kepala Disperindag Sultra (2013 – Sekarang)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy