Gegara Korona, Pendaftar Akad Nikah di KUA Kendari Tak Dilayani – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Gegara Korona, Pendaftar Akad Nikah di KUA Kendari Tak Dilayani

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Bagi pasangan yang ingin menikah bulan April ini harus ditunda. Selama bulan April, pendaftaran akad nikah Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Kendari resmi ditutup. Penutupan layanan ini merujuk imbauan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari, H. Sunardin mengatakan untuk menekan pandemi covid-19 seluruh KUA di tiap kecamatan diinstruksikan menghentikan semua layanan nikah. Saat ini, pihaknya terus menyosialisasikan ini ke masyarakat.

“Kami di Kemenag tidak dalam posisi membuat fatwa akan tetapi dalam posisi untuk mengimplementasikan apa yang telah menjadi keputusan dan fatwa MUI. Di mana imbauan ini pertama untuk pelaksanaan akad nikah ini dihentikan sementara sebab aplikasi SIM-K itu sudah ditutup. Pelayanan online pun sudah tidak ada lagi, begitupun dengan kursus Catin. Untuk sementara waktu dihentikan dulu,” jelasnya.

Yang ada sekarang sambungnya tinggal menyelesaikan akad nikah yang sudah mendaftar pada bulan Maret lalu. Dalam penyelesaian akad nikah yang telah mendaftar pada bulan Mret ada teknis protokolernya tersendiri. Bahkan pelaksanaanya dilakukan langsung dikantor Kemenag agar tidak ada kerumunan masyarakat dalam pelaksanaan akad tersebut.

“Jadi sesuai protokol pelaksanaanya di satu tempat itu minimal enam orang saja. Tidak boleh lebih, hanya boleh ada penggantinya, walinya, imam yang menikahkan kemudian dua orang saksi. Selain dari itu tidak diperbolehkan. Upaya ini demi tetap menjaga jarak,”ucapnya.

Penghentian untuk pendaftaran akad mulai berlaku pada 1 April lalu, sampai batas waktu yang belum ditetapkan. Ini sesuai surat edaran Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam untuk menghentikan sementara seluruh layanan yang berhubungan dengan pelaksanaan akad nikah.

“Bagi yang sudah terlanjur mendaftar, akan diselesaikan tetapi dengan harapan, usai akad mereka tidak akan membuat pesta yang akan mengumpulkan orang-orang. Pestanya nanti diatur setelah wabah Covid ini selesai,”tegasnya.

Dia menambahkan, perlu dipahami oleh masyarakat kota Kendari, saat ini sudah masuk zona merah, artinya daerah yang sudah menjadi perhatian khusus oleh pemerintah dalam upaya menyelamatkan masyarakat. Tetapi kesadaran untuk menekan angka penyebaran Covid pun perlu dimiliki oleh masyarakat dengan mengikuti imbauan. (c/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy