dr. Hj. Andi Hasnah, SpAn, Wanita Tangguh yang Berjuang Melawan Corona – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

dr. Hj. Andi Hasnah, SpAn, Wanita Tangguh yang Berjuang Melawan Corona

KENDARIPOS.CO.ID — Bekerja maksimal untuk rakyat memang tak semudah membalikan telapak tangan. Walau mengira implementasi etos kerja yang dilakukan sudah baik, tak sedikit orang yang menganggapnya tidak baik pula. Tantangan ini menjadi suatu hal yang sulit dihadapi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr HJ Andi Hasnah SpAn ditengah perjuangan dirinya dan tim Dinkes memutus penyebaran Covid 19 di Sultra. Meski sudah bekerja dengan cukup, namun tetap saja ada kritikan dan cemooh yang dilontarkan kepada mereka. Dengan memegang prinsip bekerja untuk rakyat dia tetap taat, dan siap membantu Pemerintah dalam memerangi Covid 19.

Dokter Spesialis Anestesy dan Terapi Intensif ini salah satu perempuan tangguh yang menjadi otak perancang pencegahan Covid 19 di Sultra.

Sejak 31 Desember mendengar Covid 19 di Wuhan China, Menteri Kesehatan RI telah menyurat ke Dinas Kesehatan se Indonesia untu kemudian mewaspadai penyakit tersebut masuk ke Indonesia. Surat yang dikirim Kemenkes ke Sultra, langsung ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Sultra dengan membuat surat edaran ke Dinas Kesehatan daerah di 17 Kabupaten se Sultra.

dr HJ Andi Hasnah menyebutkan, bahwa peningkatan kewaspadaan secara dini dalam mencegah masuknya virus tersebut, sebenarnya telah jauh hari sebelumnya dilakukan.

“Setelah 5 Januari, Indonesia masuk dalam Negara yang berpotensi penyeberan Covid 19, kami didaerah sudah bekerja. Misalkan di Pelabuhan kami kordinasi pada setiap KKP untuk menyediakan Thermo Scanner. Kemudian meminta setiap Dinas Kesehatan di daerah mengaktifkan tenaga medis dan tenaga Sufrlance,”tutur wanita berhijab ini, kemarin .

Andi Hasnah mengatakan, Pemerintah telah bekerja ekstra dan mengatur langkah-langkah dalam mengatasi Virus ini. Penunjukan rumah sakit rujukan di Sultra juga bagian langkah antisipatif yang diterapkan Provinsi. Karena bagi dia, jika tak ada rumah sakit rujukan maka potensi penyebaran akan semakin besar. Lihat saja kata wanita berkacamata ini, Pasien yang ada di rumah sakit umum dapat mudah tertular jika pasien Corona dirawat ditempat yang sama.

“Jadi, langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah itu dalam mencegah virus ini sebenarnya sudah dilakukan sejak saat WHO menetapkan status Waspada tentang penyebaran virus ini,”tuturnya.

Dia menjelaskan, langkah-langkah lain yang dilakukan Dinas Kesehatan Sultra bersama tim Gugus Tugas yakni menyalurkan alat Pelindung diri (APD). Misalkan masker dan juga baju astronot untuk tenaga medis.

Dia menyebutkan, APD yang ada di Sultra telah disalurkan ke Rumah sakit – rumah sakit di daerah maupun kepada masyarakat. Hal itu sebagai bukti komitmen Dinkes Sultra dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Baginya, semua langkah untuk memutus Virus ini sudah dilakukan. Dia juga sudah merancang RAB pembelian APD untuk diusulkan ke Pemerintah.

“Semua kita telah lakukan. Langkah-langkah memutus penyebaran virus ini kita lakukan. Saat ini yang paling penting juga bukan hanya tindakan tapi, pencegahan,”katanya.

Pencegahan kata dr HJ Andi Hasnah adalah hal utama yang meski dilakukan. Pencegahan tak boleh hanya dilakukan oleh Tim Dinas Kesehatan Sultra. Dia mengajak semua orang dapat melakukan pencegahan masyarakat dan juga Pemerintah. Pencegahan kata Andi Hasnah dimulai dari diri sendiri. Agar virus ini tak mudah masuk ketubuh manusia. Misalkan dengan hal kecil menerapkan pola hidup sehat, dengan selalu gunakan masker dan mencuci tangan sebelum mengusap wajah.

“Prinsipnya pencegahan itu tak bisa hanya dilakukan Pemerintah, tapi semua pihak harus mengambil peran,”kata dia

Sebagai catatan, Andi Hasnah menyebutkan, bahwa saat ini telah tercatat 250 orang yang dianggap punya kontak langsung dengan pasien PDP atau Positif telah diuji Swabnya. Pengujian Swab dilakukan oleh Laboratorium Makassar.

Dia juga telah menyiapkan tim Epidomologi sebanyak 10 Orang yang bekerja mengambil sample Swab ke semua orang yang ada di Sultra. Tim ini dibantu dengan 18 tim pengolah data dann tim Suferlance yang ada disetiap Dinas Kesehatan dan Puskesmas se Sultra. (ade/adv)

Pengalaman Hadapi Virus Sars Selain Covid 19

Kepala Dinkes Sultra Hj. Andi Hasnah membagikan masker kepada masyarakat.

Keberanian Dinas Kesehatan Sultra dalam menjadi Garda terdepan melawan Covid 19, bukan hal biasa. Misi kemanusiaan ini dilakukan demi tanggungjawab dan tugas yang diamanahkan kepada rakyat. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr HJ Andi Hasnah, SpAn.

Bagi Andi Hasnah Covid 19 merupakan virus yang sangat berbahaya. Para peneliti bahkan belum menemukan vaksin untuk membunuh virus berbahaya tersebut. Ditengah kekhawatiran masyarakat dalam melawan Corona, Andi Hasnah tak pernah takut.

Dia memandang, mengatasi permasalahan ini adalah tugas para media. Sebagai dokter Anestesy, dia sudah biasa melawan kasus virus Pendemi.

Perempuan berhijab ini mengaku berpengalaman dengan kasus Pendemi Tahun 2002 yakni Virus Sars. Kala itu, dia juga mengambil peran mendorong pencegahan dan memutus mata rantai Penularannya.

Dengan tenaga medis dan peran bersama, virus tersebut dapat teratasi di Sultra. Istri dari Eka Suaib ini mengatakan, tak perlu takut dengan virus ini. Sebab, virus dapat dibunuh ketika imun manusia kuat. Bagaimana caranya agar imun kuat, manusia perlu menerapkan pola hidup sehat dan sering berjemur diterik matahari pada pagi hari.

“Saya nda pernah takut dengan virus ini. Karena ini tugas dan tanggungjawab saya. Saya pengalaman juga dalam mengatasi virus SAR Tahun 2002,”tutur Andi Hasnah saat ditemui di ruangannya.

Yang paling penting saat ini, kata Andi Hasnah mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan. Selalu memakai masker jika keluar Rumah.

Pemerintah sendiri tak hanya tinggal diam. Segaka upaya untuk memutus penularan sudah dilakukan. Bahkan penerapan sosial Distancing juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dia memastikan, tenaga kesehatan terus melakukan langkah-langkah, pihak rumah sakit dan semua stakeholder.

“Segala upaya mulai dari pencegahan sampai aktualisasi melindungi masyarakat kita lakukan semuanya,”kata dia.

Andi Hasnah mengetahui bahwa virus ini sangat berbahaya. Namun kekuatan yang alami dia dapat dalam menghadapi Pendemi ini yakni dorongan masyarakat . Sebagai pemimpin di Dinas Kesehatan, dia punya tanggungjawab penuh ketika ada masyarakat yang terjangkit virus. Makanya, dia menyiapkan semua tim-tim untuk mendata orang-orang yang punya kontak laangsung dengan pasien Positif.

“Insyallah, semua ini bisa berakhir dengan kekuatan bersama. Saya berharap, virus ini dapat ditemukan vaksinnya, hingga dapat dicegah penularannya,”harapnya. (ade/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy