DPRD Sesalkan Pelayaran Kolaka-Bajoe Kembali Dibuka – Kendari Pos
Kolaka

DPRD Sesalkan Pelayaran Kolaka-Bajoe Kembali Dibuka

Suasana pemeriksaan kesehatan yang dilakukan terhadap penumpang asal Bajoe, Sulsel yang tiba di Pelabuhan Kolaka. Aktivitas penyeberangan bagi warga kembali dibuka.

KENDARIPOS.CO.ID — Setelah sempat ditutup karena wabah virus corona, pelayaran kapal feri untuk penumpang rute Kolaka-Bajoe, Bone Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan sebaliknya, kembali dibuka sejak pekan lalu. Pembukaan kembali pelayaran untuk penumpang di Pelabuhan Kolaka dilakukan saat jumlah penderita Covid-19 di Sulsel semakin meningkat. Situasi tersebut sangat disesalkan sejumlah pihak di Kolaka, tak terkecuali kalangan DPRD.

“Dengan kondisi sekarang ini tentu kita sesalkan dibukanya pelayaran Kolaka- Bajoe khusus untuk penumpang. Sebab kita tahu bersama bahwa Sulsel sudah banyak yang positif Covid-19. Dikhawatirkan masyarakat yang melakukan perjalanan laut baik dari Kolaka maupun dari Sulsel bisa terjangkit dan menyebarkan Covid-19,” kesal Anggota Komisi III DPRD Kolaka, Syaifullah Halik, Selasa (14/4).

Menurut Legislator Gerindra tersebut, kebijakan pemerintah pusat yang membuka pelayaran untuk penumpang di Pelabuhan Kolaka sangat membuat risau masyarakat. Untuk itu, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka perlu diadakan pemeriksaan kesehatan dan pendataan akurat bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan laut ke Sulsel, ataupun asal Sulsel yang tiba di Kolaka.

“Pemkab Kolaka harus melakukan pengawasan atau pendataan serta pengecekan kesehatan terhadap setiap penumpang yang baru tiba di pelabuhan. Terkait pembukaan pelayaran penumpang Kolaka-Bajoe maupun sebaliknya itu memang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Tapi Pemkab Kolaka diharapkan dapat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai perwakilan pusat di daerah,” pinta Syaifullah.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kolaka, dr. Muhammad Aris, menegaskan, seluruh penumpang yang akan berangkat terlebih dahulu diperiksa kesehatannya. “Ketika ada yang sakit maka tidak dibolehkan menyeberang, begitu juga sebaliknya. Tidak hanya kesehatan yang diperiksa, semua penumpang akan dimintai data seperti alamat lengkap dan nomor handphone. Selanjutnya data penumpang tersebut masuk ke input Gugus Tugas untuk diserahkan ke camat masing-masing sampai ke desa dan kelurahan untuk dilakukan pemantauan,” ungkapnya.

Muhammad Aris menambahkan, seluruh penumpang diwajibkan memakai masker dan selama dalam kapal dilakukan pembatasan jarak. Awak kapal juga harus mengumumkan terus setiap jam mengenai Covid-19. “Sebagai informasi awal dari pihak Perhubungan, bahwa orang yang menyeberang betul-betul dibatasi. Jumlah penumpang mobil juga dipatok serta sepeda motor juga tidak boleh ada boncengan,” ujarnya. (b/fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy