Doa dan Ikhtiar, Oleh: Samahuddin – Kendari Pos
Kolom

Doa dan Ikhtiar, Oleh: Samahuddin


KENDARIPOS.CO.ID — Saya yakin dan percaya, ada hikmah dibalik bencana wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) ini. Kita semua sedang diuji oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tantangan kita di tengah ujian ini adalah tetap menunaikan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin, abdi negara (PNS) dan masyarakat dalam peran masing-masing.

Saya sangat optimis “musuh” tak kasat mata ini akan segera berlalu. Keoptimisan itu berangkat dari upaya bersama yang telah kita lakukan (pemerintah dan masyarakat). Yakni pencegahan, penanganan dengan sosialisasi di tingkat bawah (desa) agar bersama-sama memutus potensi penyebaran virus korona ini.

Bentuk konkrit bersama itu adalah Pemerintah Kabupaten Buton Tengah membentuk simpul-simpul penanganan dan pencegahan virus Covid-19. Membentuk tim gugus Covid-19 dengan melibatkan semua unsur, seperi TNI, Polri, dan tim medis. Pemda Buteng mengeluarkan surat edaran tentang menghentikan izin keramaian, penerapan belajar di rumah bagi siswa, penyesuaian jam kerja aparatur sipil negara dan imbauan menerapkan social distancing bagi masyarakat. Ditambah pengawasan akses perbatasan wilayah dan pelabuhan.

Dalam penanganan virus korona ini, kami sebagai pemerintah kabupaten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9 miliar. Anggaran tersebut untuk pemenuhuan kebutuhan tim medis di rumah sakit dan Puskesmas yang sedang berjuang melawan virus korona. Yakni pengadaan alat pelindung diri (APD) dan obat-obatan.

Pemerintah kcamatan dan desa diinstruksikan melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kerja masing-masing. Aparat pemerintahan di level bawah mesti mengidentifikasi warganya yang masuk dan keluar daerah. Sebab, sekira 20-30 persen warga Buteng adalah perantau. Tentu pengawasan harus lebih intens lagi.

Pada sisi lain, masyarakat ikut berkontribusi dalam memutus potensi penyebaran virus korona dengan mematuhi imbauan pemerintah. Tidak keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak, tidak berada pada titik konstrasi massa, mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Selain itu, ikut menerapkan physical distancing.

Memang butuh kesabaran dalam melawan virus korona ini. saya mengajak seluruh masyarakat Buteng untuk tetap berikhtiar sambil memanjatkan doa agar daerah kita ini dijauhkan dari wabah virus korona. Saya juga mengajak mengimbau saudara, kerabat maupun teman agar tidak mudik dalam waktu dekat ini.

Biarlah untuk sementara waktu kita bersilaturahmi dan
bertukar kabar dengan famili (keluarga) melalui telepon genggam. Saya percaya silaturahmi melalui telepon tidak mengurangi rasa saling menyayangi diantara keluarga besar masyarakat Buteng.

Imbauan ini bukan saja soal diri kita. Namun lebih pada upaya bersama menjaga orang-orang yang kita sayangi agar tidak terpapar virus korona. Menjaga orang tua kita, kerabat dan handai taulan. Kita perlu miliki kebersamaan dan persatuan untuk melewati masa-masa krisis ini.

Jangan biarkan pemerintah bekerja sendirian. Setiap orang punya kesempatan untuk menjaga daerah. Mulai dari hal paling sederhana dengan memilih tidak keluar rumah ataupun terjun sebagai relawan di setiap desa dan kelurahan.

Dan yang terpenting, setelah segala ikhtiar telah kita tunaikan, marilah kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT semoga wabah virus ini bisa berakhir. Dan kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dan bisa kembali berkumpul bersama masyarakat, kerabat dan saudara.

Terakhir, mari senantiasa bertawakal atas segala doa dan ikhtiar yang telah kita kerahkan demi keselamatan daerah yang kita cintai bersama. (rud/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy