Dishub Sultra Keluarkan SE Protokol Tiga Simpul Transportasi – Kendari Pos
Metro Kendari

Dishub Sultra Keluarkan SE Protokol Tiga Simpul Transportasi

Kepala Dinas (Dishub) Perhubungan Sultra Hado Hasina

KENDARIPOS.CO.ID — Di tengah situasi Covid-19 merebak, masyarakat Sultra dilarang bepergian. Kesadaran tetap berada di rumah, tentunya membantu upaya pemerintah mencegah dan memutuskan rantai penyebaran virus mematikan itu.

Kepala Dinas (Dishub) Perhubungan Sultra Hado Hasina imbauan tidak bepergian bertujuan untuk mencegah penularan virus korona di transportasi publik. Koordinator Satgas Area dan Transportasi Publik Penanganan Covid-19 Sultra meminta warga mematuhi seruan Gubernur Ali Mazi, Senin 6 Aporil 2020 yang memerintahkan warga memakai masker ketika berada di luar rumah.

“Jika tidak ada masker standar (warna hijau) yang selama ini dapat dibeli di apotek, maka warga dapat menggunkan masker dari kain yang bisa dicuci setiap hari. Masker kain juga bisa dibikin sendiri atau membeli di apotek dan di tempat-tempat lainnya,” beber mantan Pj Wali Kota Baubau itu.

Katanya, Gubernur menyerukan agar warga tetap berada di rumah, bila tak ada aktivitas penting atau mendesak di luar rumah, menjaga jarak dengan orang lain, membiasakan polahidup bersih dan sehat. Selain itu, rutin mencuci tangan dengan sabun serta melaksanakan etika ketika sedang batuk dan bersin.

Soal penggunaan jasa transportasi darat, laut dan udara, ia menegaskan penumpang maupun para awak alat transportasi harus mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Protokol tersebut telah diatur mulai dari PP Nomor 21 Tahun 2020, Surat Menteri Perhubungan Ad Interim perihal operasional bandar udara, pelabuhan, dan prasarana transportasi lainnya hingga ketentuan Gubernur Sultra Ali Mazi dalam bentuk keputusan maupun surat edaran dan imbauan/seruan.

Secara konkret, Hado Hasina menjelaskan, penumpang pesawat harus berjarak satu kursi kosong dengan penumpang lainnya. Namun demikian, kru atau manajer dalam penerbangan itu harus tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan.

Selain itu, awak kabin pesawat harus proaktif memantau seluruh penumpang untuk mendeteksi jika ada yang merasa demam atau batuk/pilek/sakit tenggorokan. Bila ditemui penumpang dengan gejala tersebut maka kondisi kesehatan yang bersangkutan harus segera dikomunikasikan sesuai protocol kesehatan yang berlaku.

Untuk personel pelabuhan laut, ia menekankan agar selalu memastikan seluruh area umum di kapal dan terminal penumpang dalam keaam bersih. Melakukan deteksi suhu tubuh penumpang di setiap titik pintu masuk kapal dan terminal penumpang. Penumpang yang terdeteksi bersuhu badan 38 derajat Celsius tidak diperkenankan untuk memasuki kapal dan terminal penumpang.

“Jika dianggap perlu, operator kapal dapat membatasi jumlah penumpang dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19”, kata Hado Hasina. Ia berharap, operator kapal selalu meningkatkan koordinasi dengan kantor karantina pelabuhan, otoritas pelabuhan, dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam usaha pencehahan penyebaran Covid-19.

Pengamanan terminal transportasi darat dan pelabuhan penyeberangan juga harus ditingkatkan. Hado menegaskan, penyemprotan cairan disinfektan harus dilaksanakan pada lingkungan terminal penumpang angkutan umum dan pelabuhan penyeberangan.

Fasilitas umum yang harus disemprotkan disinfektan adalah gedung kantor, loket penumpang, terminal serta ruang tunggu penumpang, koridor, toilet, dan tempat-tempat lainnya yang sering disentuh para pengguna jasa angkutan umum. (yog/adv)

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy