Dikepung Daerah Zona Merah, Perbatasan Butur Dijaga Ketat – Kendari Pos
Buton Utara

Dikepung Daerah Zona Merah, Perbatasan Butur Dijaga Ketat

Bupati Butur, Abu Hasan (tengah, jaket biru) turun gunung menggaungkan “perang” melawan virus korona di Butur

KENDARIPOS.CO.ID — Penyebaran virus korona (Covid-19) kian meluas. Daerah kepulauan di Sultra pun sudah “diserang” musuh tak kasat mata itu. Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan khawatir virus mematikan tersebut masuk di daerahnya. Butur saat ini dikepung daerah zona merah. Tak mau lengah, dia turun “gunung” melawan Covid-19. Seluruh gerbang perbatasan dijaga ketat melibatkan TNI dan Polri.

Bupati Butur, Abu Hasan mengimbau, seluruh masyarakat terlibat agar mata rantai penyebaran virus corona dapat diputuskan. “Situasi pandemi virus korona makin mengkhawatirkan. Butur telah dikepung daerah zona merah yakni Kabupaten Muna, Wakatobi dan Kota Baubau. Wilayah perbatasan diperketat penjagaannya. Jangan sampai kecolongan ada pembawa virus masuk di daerah ini. Kesampingkan urusan politik. Mari bersatu melawan covid-19 dan mengerahkan segala daya, kekuatan dan stamina untuk menang melawan Covid-19,” ujar Bupati Butur, Abu Hasan, Rabu (29/4).

Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Butur itu menambahkan, semua kekuatan dikerahkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Warga dilarang keluar rumah jika tak penting dan harus menggunakan masker. Juga tetap memperhatikan physical distancing demi keselamatan. “Virus korona menjadi momok. Jangan anggap remeh. Dulu kita hanya menyaksikan Tiongkok berjibaku melawan pandemi di negaranya. Sekarang telah ada di Indonesia. Bahkan telah masuk di daerah kepulauan Sultra. Harus tetap waspada dan jangan panik,” imbaunya.

Abu Hasan berharap, semua stakeholder harus terlibat bersama melawan covid-19. Upaya pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 jangan disalah artikan mencari simpati atau mengumpul massa karena Butur akan menyelenggarakan Pilkada. “Semua anggaran Covid-19 sebesar Rp 12 miliar akan digunakan tepat sasaran. Penggunaannya akan diawasi inspektorat dan penegak hukum. Tak ada ruang untuk diselewengkan,” tegasnya.

Abu Hasan menjawab adanya sorotan anggaran sebanyak itu belum ada langkah maksimal dilakukan dilapangan. Ketua KONI itu menjelaskan jika anggaran realokasi sebesar puluhan miliar itu belum digunakan sepeser pun. “Anggaran Covid-19 sebesar Rp 12 miliar itu belum digunakan,” tegasnya. (had/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy