Delya Mantolalu Gelorakan Semangat Kartini di Tanah Wolio – Kendari Pos
Buton

Delya Mantolalu Gelorakan Semangat Kartini di Tanah Wolio

KENDARIPOS.CO.ID — 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Semangat perjuangan RA Kartini selalu menjadi motivasi bagi perempuan-perempuan Indonesia. Untuk itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Buton, Delya Montolalu selalu mengharapkan agar perempuan di Buton meneladani semangat juang Kartini.

Tahun ini kata dia, peringatan hari Kartini sangat berbeda dengan tahun-tahun biasanya. Tidak ada lagi lomba-lomba menyemarakkan hari besar nasional itu. Adanya pandemi corona mengalihkan fokus dan konsentrasi semua elemen bangsa, tidak terkecuali masyarakat Buton. Meski begitu, semangat kartini tetap harus digelorakan kepada semua perempuan di tanah Wolio. Caranya dengan tetap menyerukan setiap perempuan untuk menjadi garda terdepan untuk menjaga kesehatan keluarga.

“Di tengah pandemi corona seperti ini ibu tidak boleh bosan terus mengingatkan semuanya, mulailah dari diri, keluarga, kemudian ke masyarakat. Terapkan pola hidup bersih dan sehat agar keluarga tetap sehat, itulah yang saya selalu serukan ke ibu-ibu di tanah Wolio ini,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Dekranasda Buton ini juga mengatakan, kaum perempuan harus menunjukkan berbagai kreasi, karya, dan prestasi. “Kartini itu tauladan kita sebagai perempuan. Perjuangannya luar biasa di tengah keterbatasannya saat itu. Kita sekarang sudah modern, mestinya bisa berbuat lebih,” tambahnya.

Keluarga kata dia harus selalu dinomorsatukan. Setelah keluarga barulah fokus ke hal lain termasuk peran berkarya dan berkreasi di luar. Perempuan ketika sudah mengemban tugas sebagai istri dan sebagai seorang ibu maka itu jauh lebih berat dari profesi apapun. “Karena dimulai dari keluarga akan lahir generasi penerus bangsa. Dengan begitu, Ketahanan Keluarga di Buton mudah terwujud,” tambahnya. (b/lyn/mel)

“Kartini” Cerdas Dimata Suami

Sosok Delya Mantolalu patut menjadi teladan bagi para ibu di jazirah Buton. Sebab istri dari Buton-1 ini merupakan pribadi yang rendah hati. Ia ramah pada semua orang. Kendari Ia istri seorang pejabat. Pembawaannya yang ramah dan murah senyum, membuat ibu tiga anak ini mudah akrab dengan siapa saja.

Di rumah, Ia tetap perfect sebagai istri dan ibu. Ia menyiapkan baju suami sebelum ke kantor, lalu kemudian tetap eksis di dapur untuk menyiapkan santapan keluarga. “Meskipun sibuk sebagai Ketua PKK, Ketua Dekranasda, sering juga dampingi saya dalam acara-acara, ibu tetap menjalankan tugasnya sebagai istri dan ibu, yah urus pakaian, urus dapur dan halaman pun tertata indah nan rapi di rumah. Makanya saya menilai ibu itu kartini cerdas karena mampu membagi waktu,” ungkap La Bakry, suami Delia.

Delia tidak pernah berubah. Sejak mendampingi suami start digaris nol perjuangan hidup, Ia tetap sosok yang setiap dan penyabar. Hingga menjadi istri orang nomor 1 di Buton pun, Delya tetap menampilkan diri apa adanya. “Bupati itu kan jabatan, suatu saat pasti ditanggalkan juga. Istri saya sadar betul soal itu, sehingga tetap rendah hati, menjalankan perannya sesuai kewajiban dan tanggung jawabnya,” tambahnya.

Bagi La Bakry, seperti itulah sosok Kartini idealnya. Berperan aktif membangun daerah tetapi tetap menjaga martabat dan kodratnya sebagai istri dan ibu di rumah. “Istri boleh sibuk, silahkan, tapi jangan lupa kodrat kan begitu idealnya,” tutupnya. (b/lyn/mel)

Cegah Penyebaran Covid-19, Siap Bagi Masker Gratis

Masker dulunya hanya sebuah benda yang digunakan orang bepergian. Kini penutup hidung dan mulut itu menjadi barang yang penting. Saking pentingnya masker begitu langka di pasaran. Padahal, semua masyarakat kini dianjurkan mengenakan masker. Tidak saja saat bepergian, di rumah pun tetap harus menggunakannya. Itu demi menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari wabah corona.

Nah karena itu para ‘kartini’ Buton siap berbagi masker gratis untuk masyarakat. Itu akan dilakukan sehari atau dua hari jelang bulan suci ramadhan. Uniknya, masker-masker itu sebagian besar adalah hasil kreatifitas ibu-ibu angota Dekranasda Kabupaten Buton. “Insya Allah ribuan masker akan kita bagikan secara gratis kepada masyarakat. Itu yang jahit ibu-ibu kita di Buton, daripada kita beli mending kita berdayakan mereka,” jelas Delya Montolalu kepada Kendari Pos.

Menurut dia, para pengrajin di Buton kini berpacu untuk berkreasi di rumah. Sebab para suami sudah banyak menetap di rumah untuk sementara waktu. Sehingga, demi menyambung hidup istri juga perlu bekerja dari rumah. “Ibu-ibu kita suruh jahit nanti oleh Pemda akan dibeli supaya ekonomi mereka terbantu,” tambahnya. (b/lyn/mel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy