Debt Collector Dilarang Tarik Kendaraan –Khusus Bagi Debitur Terdampak Covid-19 – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Debt Collector Dilarang Tarik Kendaraan –Khusus Bagi Debitur Terdampak Covid-19

KENDARIPOS.CO.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang debt collector melakukan penarikan kendaraan untuk sementara waktu. Larangan penarikan ini hanya berlaku bagi debitur yang sudah bermasalah sebelum wabah Covid-19 dan mengalami tambahan permasalahan karena Covid-19. Hal tersebut sejalan dengan semangat yang tertuang dalam Peraturan OJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).


Kepala OJK Sulawesi Tenggara (Sultra), Mohammad Fredly Nasution mengatakan, debitur dapat memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan kelonggaran dengan mengajukan restrukturisasi kepada perusahaan pembiayaan atau leasing untuk mengklarifikasi pemenuhan kewajibannya jika memang sudah dilakukan. Pengajuan dapat disampaikan secara online (email/website yang ditetapkan oleh bank/leasing) tanpa harus datang bertatap muka.
“Debitur diharapkan menghubungi kantor leasing terdekat untuk dicarikan kesepakatan. Salah satunya yakni penjadwalan ulang angsuran,” ujar Mohammad Fredly.
Kendati ada larangan penarikan kendaraan, ia mengingatkan debitur terdampak yang memiliki tunggakan untuk proaktif mengajukan restrukturisasi. Untuk bisa mendapatkan relaksasi kredit, ada beberapa langkah yang harus ditempuh. Pertama, debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi dengan melengkapi data yang diminta oleh bank/leasing. Kedua, bank/leasing akan melakukan asesmen mengenai apakah debitur termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung, historis pembayaran pokok/bunga, serta kejelasan penguasaan kendaraan terutama untuk leasing.
Ketiga, bank/leasing memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur untuk menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu, jumlah yang dapat direstrukturisasi termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya melalui penilaian atau diskusi antara debitur dengan bank/leasing dengan memperhatikan pendapatan debitur yang terdampak Covid-19. Terkahir, informasi persetujuan restrukturisasi dari bank/leasing disampaikan secara online atau via website bank/leasing yang terkait.
Jika kendaraan yang menjadi obyek leasing tidak lagi dikuasai oleh debitur, maka debitur harus berkomunikasi dengan leasing untuk menyampaikan permasalahan dan keberadaan kendaraan yang menjadi obyek leasing. “Sampai hari ini, OJK Sultra belum menerima laporan dari debitur mengenai penarikan kendaraan oleh debt collector,” pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Branch Manager PT FIF Goup Cabang Kendari, Amir AR Mattola mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti anjuran OJK sembari tetap menjaga komunikasi dengan nasabah. “Salah satu yang kami khawatirkan adalah ada saja nasabah yang menggunakan kondisi ini sebagai kesempatan. Padahal mereka tidak masuk target stimulus pemerintah. Harapan kami ini tidak terjadi,” ungkap Amir kepada Kendaripos.co.id.
Adapun mekanisme restrukturisasi yang dilakukan FIF yaitu pertama, memastikan kondisi debitur apakah termasuk yang terdampak atau bukan. Bagi yang terdampak, dapat mengajukan restrukturisasi dalam hal ini perpanjangan tenor. Sedangkan bagi yang tidak terdampak, diminta agar tetap memenuhi kewajiban sesuai perjanjian kredit.
Lanjut dia, dalam melakukan penagihan, FIF mempunyai prosedur seperti mengingatkan melalui desk call. Selain itu, FIF juga menugaskan tenaga kolektor untuk menagih, memberikan surat pemberitahuan keterlambatan atau somasi kepada konsumen. Dalam penarikan pun, pihaknya tetap mengedepankan cara persuasif dan mengikuti ketentuan OJK seperti harus bersertifikasi dan tidak menimbulkan konflik dan dampak sosial.
“Sebagai tambahan, kami juga merujuk kepada OJK Update Nomor 07/-SPI/2020 yang dikeluarkan pada 6 April 2020. Keterangan juru bicara OJK pada poin 4 disebutkan bahwa penarikan kendaraan atau jaminan kredit bagi debitur yang sudah macet dan tidak mengajukan keringanan sebelum dampak Covid-19, dapat dilakukan sepanjang bank atau perusahaan pembiayaan melakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (b/uli)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy