Cerita Dokter Asal Kediri Bikin Boks Pelindung Paramedis – Kendari Pos
Nasional

Cerita Dokter Asal Kediri Bikin Boks Pelindung Paramedis


KENDARIPOS.CO.ID — Bukan 1 meter, bukan pula 1,8 meter seperti yang dianjurkan WHO. Lewat jurnal terbarunya, lembaga kesehatan publik AS Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa virus korona bisa menyebar melalui udara dalam jarak 13 kaki atau sekitar 4 meter. Maka, semestinya menjaga jarak harus lebih dari itu.

Dalam fakta yang didapat berdasar riset tim dari Academy of Military Medical Sciences Beijing, disebutkan pula bahwa transmisi virus SARS-CoV-2 itu bisa melalui sol sepatu petugas medis, tempat sampah, bahkan pegangan tempat tidur.

’’Setengah dari sampel sol sepatu staf medis ICU diuji dan menunjukkan hasil positif,’’ tulis para peneliti dikutip dari New York Post. Sampel diambil dari Rumah Sakit Huoshenshan, Wuhan, Tiongkok.

Kekhawatiran itulah yang membuat Dr dr Tri Maharani Msi SpEM, spesialis emergency yang juga kepala IGD RSU Daha Husada, Kota Kediri, berkreasi menciptakan alat-alat pelindung diri. Perempuan yang akrab disapa Maha itu sadar bahwa tugasnya sehari-hari sangat berisiko membuatnya tertular penyakit yang dibawa melalui aerosol atau droplets seperti Covid-19.

’’Saya bertugas di IGD. Kan tindakan inkubasi, membuka mulut itu risiko tinggi. Kami harus diproteksi dengan alat yang meminimalkan kontaminasi,’’ kata Maha, kemarin.

Salah satu alat yang dibuatnya adalah aerosol box. Menurut dia, harga aerosol box yang dijual secara umum sangat mahal. Mencapai Rp 150 juta. Selain itu, alat tersebut sulit didapat. Biasanya aerosol box digunakan untuk memeriksa pasien dengan risiko penularan tinggi seperti HIV atau pasien terkena zat kimia.

Untuk itu, Maha mengajak salah seorang rekannya, Budi Rachmad Basuki, yang merupakan seniman mesin dan inovator bidang energi. Mereka menggunakan bahan akrilik setebal 5 sentimeter. Kotak itu memiliki dua lubang sebagai tempat masuknya tangan saat memeriksa pasien. ’’Dokter bisa melakukan tindakan, tapi antara kita dan pasien ada pembatas dinding tadi. Jadi, kontaminasi dari droplets bisa lebih minim,’’ terangnya.

Jika sudah selesai digunakan, alat tinggal dibersihkan dengan cairan disinfektan dan alkohol. Cost pembuatannya cukup terjangkau. Sekitar Rp 2 juta per kotak, termasuk ongkos kirim dari Surabaya ke Kediri. ”Tujuan utama pembuatan supaya tenaga medis tidak berinteraksi langsung dengan pasien,” kata Budi.

Maha sudah mendonasikan aerosol box ke beberapa kota. Kalau ke luar Pulau Jawa, biasanya dia mengirimkan dalam bentuk lembaran akrilik dan lem yang kuat untuk menyatukannya.

Selain aerosol box, Maha menciptakan face shield dengan bahan sederhana. Yakni, menggunakan plastik mika yang ditempelkan pada potongan paralon dengan double tape. Bisa dinaik dan turunkan karena ada baut di sisi kanan dan kirinya. ’’Kalau kena cipratan sekret tinggal dilepas terus dibuang, ganti yang baru. Mika kan harganya murah,’’ jelas Maha. Menurut Maha, biaya pembuatannya hanya Rp 15 ribu–Rp 25 ribu.

Semua itu diciptakan Maha karena keterbatasan dana. Dia mengeluarkan segala ide untuk membuat peralatan murah tetapi mampu melindungi dirinya dan kolega. ”Kondisi seperti ini segala ide dikeluarkan,” tuturnya.

Dibantu perawatnya, Sumber Agung, Maha juga membuat inovasi stetoskop jarak jauh. Sebetulnya itu stetoskop biasa, tapi dimodifikasi dengan tambahan pipa aluminium. Pemeriksaan pasien kini bisa dilakukan dari jarak jauh. Selain itu, Maha melengkapi ’’peralatan tempurnya’’ dengan mik dan pengeras suara yang bisa digunakan saat anamnesa dengan pasien. ’’Stetoskop panjangnya 1,5 meter, kalau speaker bisa didengar sampai jarak 4 meter,’’ kata Maha.

Awalnya, pemeriksaan dengan semua peralatan itu hanya ditujukan untuk pasien suspect Covid-19. Namun, setelah diketahui banyak pasien yang tidak bergejala, akhirnya protokol tersebut diterapkan ke semua pasien. ”Pertama ya mereka kaget, dokternya ngomong pakai mik. Tapi selanjutnya malah seneng. Mereka kira sedang ada karaoke,” pungkas Maha, lantas tertawa.(jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy