Bupati Muna Kaji Opsi Gratiskan Air Bersih – Kendari Pos
Muna

Bupati Muna Kaji Opsi Gratiskan Air Bersih

LM. Rusman Emba


KENDARIPOS.CO.ID — Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Raha, Kabupaten Muna mulai memikirkan opsi pembebasan tarif layanan air bersih bagi 6.000 pelanggannya. Kebijakan itu setelah memerhatikan kondisi ekonomi masyarakat yang lesu akibat pandemi virus corona. Untuk menjaga keuangan perusahaan, PDAM mengusulkan subsidi dari pemerintah. Direktur PDAM Tirta Dharma, Nur Yayat Fariki menerangkan, kondisi pandemi saat ini membuat pendapatan masyarakat akan berkurang drastis. Opsi menggratiskan air bersih merupakan salah satu upaya untuk meringankan belanja masyarakat. Kebijakan itu juga untuk mendukung gerakan hidup bersih dalam rangka mencegah penyebaran virus.

“Kita ingin membantu masyarakat di tengah krisis. Sekaligus untuk memutus rantai penyebaran virus. Kalau digratiskan maka pelanggan tidak perlu ke kantor untuk membayar sehingga bisa mengurangi intensitas pertemuan dengan pegawai kami,” katanya, Kamis (16/4). Yayat, sapaannya, melanjutkan, opsi tersebut sebenarnya juga untuk menjaga keuangan perusahaan. Tak bisa dimungkiri, menurunnya pendapatan masyarakat dapat memicu kecenderungan keterlambatan pembayaran tagihan air bersih. Sedangkan di pihak lain, perusahaan juga harus mengedepankan sisi kemanusiaan dengan tetap menjaga pelayanan air bersih tetap prima.

“Kita tidak mungkin menutup mata dengan kondisi begini. Misalnya tidak bisa putuskan sambungannya hanya karena menunggak,” ujarnya.
Lebih jauh, Yayat menguraikan, kebijakan menggratiskan air bersih sangat dimungkinkan oleh aturan. Kebijakan ini pun sudah banyak ditempuh daerah lain. Sementara untuk tetap menjaga keuangan perusahaan, pihaknya mengusulkan adanya subsidi dari pemerintah. “Penerimaan kami perbulan itu bisa Rp 400 juta. Sementara gaji pegawai sekitar Rp 200 juta. Mengapa subsidi ini perlu, karena tidak ada pilihan lain. Saat ini kami hampir tidak bisa membayar gaji pegawai karena pemasukan minim. Makanya kami usul kepada pemilik modal dalam hal ini Bupati,” terangnya.

Bupati Muna, LM. Rusman Emba, mengaku sudah mengkaji usulan tersebut. Pemkab menyiapkan beberapa opsi antara lain menggratiskan seluruh pelanggan atau menetapkan klasifikasi subsidi bagi pelanggan mampu dan tidak mampu. Subsidi PDAM dikalkulasi bisa mencapai Rp 1,5 miliar jika opsi pertama yang ditempuh selama tiga bulan. “Kami sudah pertimbangkan karena listrik juga sudah disubsidi. Sementara sifatnya sama-sama kebutuhan dasar,” terangnya.

Kendati begitu, kebijakan tersebut baru akan diputuskan setelah mengamati perkembangan pandemi. Alternatif itu akan diambil jika daerah akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar. “Kami akan bahas dulu bersama TAPD,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy