Bulog Sultra Bakal Datangkan 250 Ton Gula Pasir Asal Lampung – Kendari Pos
Metro Kendari

Bulog Sultra Bakal Datangkan 250 Ton Gula Pasir Asal Lampung

KENDARIPOS.CO.ID — Harga gula pasir di pasaran masih melonjak. Hingga kini, harganya masih sekitar Rp 20 ribuan per kilogram (kg). Menyikapi lonjakan harga gula pasir belakangan ini, Bulog Sultra berencana mendatangkan sebanyak 250 ton gula pasir dari Provinsi Lampung.

“Saat ini masih dalam proses angkut, mudah-mudahan gulanya tiba minimal sebelum stok digudang kami habis atau paling lama sebelum memasuki bulan suci Ramadan,” ungkap Ermin Tora, Kepala Bulog Divre Sultra, kemarin.

Saat ini, stok gula pasir bulog sekitar 30 ton. Stoknya akan didistribusikan langsung ke masyarakat. “Stok ini kami khususkan untuk masyarakat. Jadi yang menginginkannya bisa langsung memesan di Kelurahan terdekat. Langkah ini kami ambil supaya penyalurannya tepat sasaran. Untuk pengecer kami tidak layani,” kata Ermin.

Oleh karena itu, Ermin mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir perihak naiknya harga komoditi ini. Ia menyerankan masyarakat agar berkordinasi dengan kelurahan untukcm didata dan kemudian bisa mendapatkan gula pasir sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 12.500 per kg.

“Berapa pun kebutuhan konsumen kami akan penuhi. Syarat tinggal mengajukan permintaan di Kantor Kelurahan. Bukan hanya gula, komoditi lain juga bisa seperti beras dan tepung terigu. Kami juga buatkan 1 paket ada beras 5 kg, gula pasir dan tepung terigu,” beber Ermin.

Sebelumnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Satgas Pangan melakukan sidak di Pasar Basah Mall Mandonga Kendari. Hasilnya, tim menemukan adanya lonjakan harga pada komoditi gula pasir dari yang sebelumnya dibandrol Rp. 12.500 menjadi Rp. 20.000 per kg.

“Dari hasil pantauan kami. Harga sembako masih stabil. Hanya gula pasir memang agak menonjol (naik),” ujar Sekprov Sultra La Ode Ahmad Pidana Balombo saat memimpin TPID dalam sidak di Pasar Basah Mall Mandonga akhir pekan lalu.

Adapun penyebab naiknya harga pasir di pasaran kata La Ode Ahmad, yakni dikarenakan kurangnya pasokan gula pasir dari distributor ke pedagang. “Kata pedagang, mereka sengaja menaikkan harga karena tidak ada pasokan gula dari distributor. Jadi naiknya ini bukan karena virus korona tapi murni kurangnya distribusi. Bisa jadi pengaruh transportasi akibat pengawasan yang ketat diperbatasan,” ungkap La Ode Ahmad.

“Tapi saya imbau mereka agar tidak menjual gula pasir dengan harga yang tinggi. Sebab, itu melanggar aturan perdagangan. Saya juga sudah kordinasi dengan bulog untuk penyaluran gula pasir kedaerah-daerah,” tambahnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy