Bawaslu Pantau Petahana Bagi Bahan Pokok – Kendari Pos
Politik

Bawaslu Pantau Petahana Bagi Bahan Pokok

Abhan

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pengawas Pemilihan Umum(Bawaslu) tengah mengawasi kepala daerah petahana yang sudah mulai memberikan bantuan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid. Pemberian bantuan bisa menjadi persoalan, apakah berlandaskan kemanusaian atau ada tujuan politis. Karena sulit dibedakan, harus ada pengawasan ekstra hati-hati dari Bawaslu

Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menerima laporan dari jajaran Bawaslu di daerah. Menurutnya, ada kepala daerah petahana yang membagikan paket bahan pokok dan masker. Kemasan paket tersebut memuat fotonya saja, tanpa menyebutkan bantuan dari pemerintah kabupaten/kota beserta jargon-jargonnya.

“Masalahnya kepala daerah ini telah mendapatkan rekomendasi dari partai untuk maju dalam pilkada. Juga hanya memuat wajahnya saja. Bukan kami prasangka buruk, bisa saja disalahgunakan,” ungkap Abhan.

Katanya, Bawaslu tidak melarang atau membatasi kepala daerah membantu warganya di tengah wabah corona merebak. Namun, sebaiknya situasi ini jangan dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis pilkada. Jangan sampai tanggung jawab kepala daerah untuk membantu warganya, menjadi abuse of power. “Berpolitik dengan santun. Jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Laksanakan kewajiban sebagai kepala daerah,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin melihat masa pandemi membuat pendidikan pemilih dalam kepemiluan sedikit terhambat. Sosialisasi yang biasanya dilakukan tatap muka sekarang terbatas. Karena adanya pembatasan jarak sosial.

Dia menjelaskan, hal tersebut membuat Bawaslu menggandeng berbagai pihak baik dari akademisi, lembaga, serta aktivis kepemiluan untuk bersama-sama mencari cara merangkul kelompok marginal. Seperti masyarakat perdesaan yang belum tersentuh teknologi.

“Juga kaum difabel agar dapat menerima informasi terkait pendidikan pemilih dan partisipasi politik. Banyak sosialisasi yang mau tidak mau menggunakan teknologi. Tidak semua kalangan juga bisa tersentuh. Karena keluhannya seperti kesulitan sinyal memang perlu pengembangan inovasi,” tambahnya.

Afif melihat saat ini masyarakat seperti dipaksa untuk meningkatkan kapasitas berbasis digital. Sehingga penyelenggara pemilihan dituntut untuk memberikan inovasi dalam mensosialisasikan tentang pendidikan pemilih. Dia berharap, persiapan bisa segera tersusun agar menyentuh berbagai kalangan masyarakat. (khf/fin/rh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy