Bank Sultra Mulai Restrukturisasi Kredit, OJK: Di Sultra Ada 3.235 Debitur Terdampak Covid-19 – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Bank Sultra Mulai Restrukturisasi Kredit, OJK: Di Sultra Ada 3.235 Debitur Terdampak Covid-19

KENDARIPOS.CO.ID — Bank Sultra mulai merestrukturisasi kredit nasabahnya yang terdampak penyebaran corona virus desease (Covid-19). Hingga Kamis (23/4) kemarin, tercatat sudah ada sekitar 90 debitur Bank Sultra terdampak.

Tower Bank Sultra yang masih dalam proses pembangunan.

“Ada 90 debitur. Jumlah ini mungkin baru sebagian dan saya yakin akan terus bertambah. Sudah ada beberapa cabang yang mengajukan untuk restruturisasi,” ungkap Plt Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif, kemarin.

Ia menjelaskan, ada sejumlah opsi restrukturisasi atau keringanan pelunasan pinjaman yang ditawarkan Bank Sultra. Di antaranya, penambahan jangka waktu kredit, penundaan pembayaran bunga dan pokok, atau penurunan tingkat suku bunga.

“Kalau penambahan jangka waktu berarti angsurannya menjadi lebih kecil. Ada opsi penundaan pembayaran bunga dan pokok, ada juga opsi penurunan tingkat suku bunga. Tergantung bank masing-masing. Tetapi benar-benar bank akan menyeleksi apakah nasabah yang bersangkutan terdampak atau tidak,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, restrukturisasi kredit oleh lembaga perbankan diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 11/POJK.03/2020 dan berlaku satu tahun sampai 31 Maret 2021. Pemberian jangka waktu kelonggaran bisa bervariasi, disesuaikan dengan kesepakatan antara debitur dengan bank maupun leasing. Bisa 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, sampai maksimal 1 tahun.

Bank Sultra sendiri, kata Abdul Latif, memberikan tenggang waktu pembayaran hingga enam bulan. Untuk debitur yang telah direstrukturisasi, pada bulan kelima tidak akan lagi diberi kelonggaran.
“Apakah sudah bisa membayar seperti biasa atau perlu perpanjangan. Tapi di POJK 11 diatur kebijakan pemerintah itu satu tahun,” imbuhnya.

Ia mengakui bahwa penyaluran kredit kedepannya akan sedikit mengalami keterlambatan. “Kalau keadaan ekonomi mengalami penurunan, pelaku usaha juga banyak yang tidak melakukan pelunasan seperti biasa. Untuk sementara mungkin penyaluran kredit kepada pelaku usaha akan mengalami sedikit hambatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Sultra, Moh Fredly Nasution mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari perbankan dan perusahaan pembiayaan di Sultra per 22 April 2020, jumlah debitur yang terdampak penyebaran Covid-19 sebanyak 3.235 dengan outstanding kredit sebesar Rp 587,49 milyar.

“Dari jumlah tersebut, yang telah dilakukan restrukturisasi kredit sebanyak 1.422 debitur dengan outstanding sebesar Rp 233,9 milyar. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan meningkat,” ungkap Fredly, kemarin. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy