Balita asal Kecamatan Kadia Positif Korona – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Balita asal Kecamatan Kadia Positif Korona

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) atau virus korona terus bertambah di Indonesia, termasuk di Sultra. Pertambahan kasus positif korona bisa jadi dipicu tidak disiplinnya masyarakat melakukan social distancing dan menerapkan perilaku hidup sehat.

Gubernur Sultra, Ali Mazi tak ingin pasien positif korona di Sultra bertambah lagi. Dia mengintruksikan masyarakat wajib mengenakan masker setiap kali keluar rumah. Ini tertuang dalam seruan Gubernur Sultra nomor 443/1529 pertanggal 6 April 2020, tentang penggunaan masker untuk mencegah penularan Covid-19.

Gubernur Ali Mazi mengatakan kasus virus korona di Sultra telah terjadi transmisi lokal. Karena itu langkah bersama perlu dilakukan demi menekan penyebaran virus korona. “Seluruh masyarakat harus selalu menggunakan masker ketika berada atau beraktivitas di luar rumah tanpa terkecuali. Ini sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Masker bedah dan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan atau rumah sakit. Masyarakat tetap gunakan masker kain yang dapat dicuci setiap hari,” tegas Ali Mazi, Senin (6/4).

Ilustrasi

Politisi NasDem Sultra itu kembali mengingatkan agar masyarakat mengutamakan berada di rumah, menjaga jarak aman, budayakan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dengan sabun serta menjaga etika batuk dan bersin.”Semua anjuran ini harus rutin dilakukan. Upaya ini demi mencegah penularan lebih banyak lagi Covid-19 di wilayah Sultra,” tandas Ali Mazi.

Sebelumnya, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr.La Ode Rabiul Awal merilis data sebaran Covid-19 di Sultra. Dimana terdapat satu pasien tambahan positif. Pasien itu adalah pensiunan polisi usia 74 tahun berdomisili di Kendari Barat. “Dia menambah kasus positif di wilayah Sultra. Pasien positif itu telah berada di ruang isolasi RS Bahteramas,” ujarnya,kemarin.

dr.Rabiul Awal menjelaskan pasien berusia lansia itu sejak tiga hari lalu sudah di isolasi di RS Bahteramas. Setelah hasil uji swab tenggorok keluar, pasien di evakuasi ke ruang isolasi Covid-19. “Sudah sejak hari Jumat ada di RS Bahteramas. Sekarang di ruang isolasi,” ungkap pria yang karib disapa Dokter Wayong itu.

Dokter Wayong belum bisa memastikan dari mana transmisi virus korona yang menimpa pasien baru tersebut. Riwayat perjalanan dan kontak pasien baru tersebut masih ditelaah. “Bukan PDP atau ODP. Tapi setelah rapid test dan uji swab hasilnya positif. Kita masih menelusuri kontak dan dari mana tertularnya. Kita juga men-tracing siapa yang sempat kontak dengan pasien belum lama ini,” jelasnya.

Pasien ini sebelumnya punya riwayat cuci darah (Hemodialisis) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan beberapa pekan lalu. Dari Makassar, pasien itu kemudian dirawat di RS Santa Ana Kendari. Sampai akhirnya dinyatakan positif Covid-19 dan dirujuk ke RS Bahteramas.

Bukan hanya pasien lansia, saat ini juga ditemukan satu pasien balita positif berdasarkan laporan usai rapid test. Balita asal Kecamatan Kadia itu dinyatakan positif usai pemeriksaan oleh tim gugus tugas Covid-19. “Dari 62 warga yang menjalani rapid test di Kadia, balita berumur 1 tahun 4 bulan dinyatakan positif terpapar korona. Tetapi rapid test ini merupakan petunjuk awal untuk tes selanjutnya,”terang dokter Wayong.

Tim medis sudah mengambil sampel swab tenggorok balita tersebut untuk diteliti di laboratorium Makassar. “Belum ada hasil. Kita tunggu dua sampai tiga hari,” ujar dokter bedah RSUD Bahteramas itu.

Terkait hasil rapid test, Ketua IDI Sultra itu menjelaskan adalah tes cepat yang tidak serta merta menjadi bahan rujukan utama menyimpulkan pasien positif terpapar Corona. Langkah itu merupakan screening atau menjadi petunjuk awal tim medis melakukan uji diagnostik. Inilah mengapa data balita sebagai tambahan kasus baru positif korona di Sultra belum terupdate dalam data resmi Gugus Tugas Covid-19 Sultra hingga uji lab tuntas.

“Rapid-test bukan diagnostik, tapi sebagai seleksi/pilah antara yang berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi karena adanya keluhan klinis, resiko terpapar. Walau bukan diagnostik, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan,” jelas dokter Wayong.

Ia menegaskan pemeriksaan diagnostik di laboratorium medis untuk kasus Covid-19 adalah real time – PCR (RT PCR) melalui swab/usapan tenggorok. “Hasil negatif pada rapid test bukan berarti bebas Covid-19. Diulang kembali setelah 10 hari. Bila negatif, bebas Covid-19. Bila positif akan diikuti pemeriksaan RT-PCR. Baik yang positif maupun yang negatif tetap prosedur isolasi atau karantina diri. Karena mereka yang diperiksa hanya mereka yang secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan Covid-19,” jelas dokter Wayong.

Gugus Tugas Covid-19 Sultra mengupdate data kasus Senin 6 April pukul 17.00 Wita. Total positif korona berjumlah 5 orang. 3 pasien dilaporkan berasal dari Kota Kendari, 2 pasien berdomisili Kabupaten Konawe. Sementara satu pasien positif dinyatakan telah sembuh berasal dari Kota Kendari.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 15 pasien. Rinciannya 6 PDP asal Kota Kendari, 6 PDP asal Kabupaten Muna, 2 PDP asal Kabupaten Konawe dan 1 dari Konsel. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami penyusutan menjadi 579 orang. Status Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 67 orang. Yakni 60 asal Kota Kendari, 4 orang dari Kabupaten Muna dan 3 orang dari Kabupaten Konawe. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy