Angkutan Umum yang Beroperasi di Luar Trayek Bakal Disanksi – Kendari Pos
Kolaka Utara

Angkutan Umum yang Beroperasi di Luar Trayek Bakal Disanksi


KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 27 sopir angkutan umum yang berdomisili di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) berhenti beroperasi, pasca jalur pelayaran Tobaku-Siwa (Sulsel) ditutup untuk penumpang. Mereka merupakan driver yang melayani rute dari dermaga ke sejumlah kecamatan di Bumi Patowonua itu. Kepala Dinas Perhubungan Kolut, Ir. Junus, menjelaskan, pembatasan penumpang feri Tobaku-Siwa memang berdampak bagi 27 sopir angkutan umum yang melakukan bongkar muat penumpang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memahami kondisi tersebut dan meminta para sopir menyerahkan data diri untuk diberi bantuan melalui Dinas Sosial (Dinsos). “Tidak beroperasi saat ini karena trayeknya hanya Tobaku ke kecamatan dalam wilayah Kolut. 27 sopir itu sudah diminta memasukkan berkasnya agar diberi bantuan,” ujar Junus, Jumat (17/4).

Ia mengungkapkan, bukan hanya sopir asal Kolut yang juga kehilangan lahan pencarian dari Pelabuhan Tobaku. Terdapat 21 pengemudi juga mengalami hal serupa. Mulai dari yang aktif bongkar angkut penumpang dari dan ke Tobaku dengan rute Kolaka, termasuk tujuh unit ke Morowali (Sulteng), sembilan unit ke Palopo (Wajo) dan 35 driver jurusan Kolut-Kolaka-Sulsel. “Hanya 27 berdomisili Kolut dan itu siap diberi bantuan oleh Pemkab,” tuturnya.

Pembatasan pelayaran jalur Tobaku-Siwa tersebut membuat banyak angkutan umum maupun pribadi diam-diam mengambil kesempatan beroperasi di luar trayeknya. Hal ini melanggar dan bakal diberi sanksi tegas penolakan keluar-masuk Kolut plus SIM dan STNK akan disita petugas. “Kita fokus ke angkutan pribadi yang tanpa izin (travel gelap). Tetapi yang pasti, semua di luar trayek akan disanksi,”tegas Kepala Dinas Perhubungan Kolut.

Junus mengingatkan, kendaraan umum dengan rute operasi dari atau ke sejumlah wilayah di Kolut, tidak termasuk area terdampak. Hanya bagi sopir angkutan yang jemput-antar ke Pelabuhan Tobaku. “Surat dari menteri sudah kami terima kemarin dan disosialisasikan dua hari (Jumat-Sabtu) di Posko batas utara dan selatan Kolut,” ungkapnya.

SK Kemenhub tertanggal 17 April 2020 yang ditandatangani Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi itu menegaskan keharusan melakukan physical distancing dan pengawasan pergerakan serta pemberian sanksi tegas bagi travel gelap. Dalam surat itu juga ditegaskan agar semua penumpang yang masuk ke daerah tujuan semisal Kolut tanpa terkecuali dari kabupaten atau provinsi lain harus berstatus ODP dan wajib karantina 14 hari. “Minggu (besok) aturan sudah berlaku. Beroperasi di luar trayek dan travel gelap siap disanksi dan disita SIM serta STNK-nya oleh petugas,” tandas Junus. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy