Akses Transportasi di Sultra Normal : Trip Dibatasi, Angkutan Logistik Lancar – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Akses Transportasi di Sultra Normal : Trip Dibatasi, Angkutan Logistik Lancar


KENDARIPOS.CO.ID — Wabah virus korona jadi momok. Pemerintah daerah di Sultra segera merespons potensi penyebaran wabah. Kebijakan bersifat lokal ditelurkan sebagai langkah antisipasi. Salah satunya, pembatasan
pelayaran moda transportasi laut.

Sedangkan angkutan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) tidak ada pembatasan. Begitu pula moda transportasi udara. Tidak ada penutupan ataupun pembatasan penerbangan. Semua masih berjalan normal.

“Tidak ada pembatasan angkutan darat. Sebab untuk pembatasan itu, domain pemerintah pusat. Baik AKDP maupun AKAP belum ada pelarangan, sebab kalau ada pelarangan sama dengan konsep lockdown,” ujar Benny Nurdin Yusuf, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sultra, Kamis (2/4).

Menurutnya, jika ada penetapan karantina wilayah maka impactnya harus menjadi perhatian pula. Misalnya memberi uang harian kepada masyarakat miskin. Sama halnya pada aspek transportasi, ketika memberhentikan operasi armada maka ada konsekuensi yang perlu ditanggung. “Kita mesti menanggung kerugian yang mungkin terjadi akibat pembatasan tersebut. Saat ini pusat masih mengkaji aturan pembatasan untuk AKAP dan AKDP, kami masih menunggu itu,”jelas Benny Nurdin Yusuf.

Meski belum ada pembatasan, namun hukum pasar berlaku, yakni ketika permintaan turun, maka kendaraan yang dioperasikan perusahaan angkutan akan terbatas. Benny Nurdin mengakui terjadi penurunan angka penumpang sejak adanya kebijakan beberapa daerah seperti di Kolaka dan Kolaka Utara. Dari laporan yang diterimanya, hampir sudah tidak ada lagi penumpang yang menyeberang, kecuali angkutan barang. Selama ini yang baru mengeluarkan pembatasan itu Bupati Bone dan Bupati Bajoe di Sulsel.
“Prinsipnya kami menunggu. Kebijakan lockdown itu ditangan presiden,”pungkas Benny.

Hal senada diungkapkan General Manager (GM) Perusahaan Umum (Perum) Damri Sultra, Sudiro. Kata dia, tak ada pembatasan angkutan penumpang. Kalau pun ada, akan sia-sia karena sudah tak ada penumpang Damri saat ini. Damri kini hanya mengangkut barang. “Artinya dikatakan normal boleh, tetapi dikatakan tidak normal juga boleh, karenakan penumpangnya yang mendukung. Kalau agnkutan barang masih ada,”terangnya.

Normalnya dalam sehari 14 bus beroperasi. Namun sejak adanya wabah korona, maka operasi armada angkutan penumpang dikondisikan saja. Berbeda halnya dengan angkutan perintis. Tetap hukumnya wajib berjalan selama belum ada lockdown. “Angkutan perintis ini maksudnya, angkutan kontrak Damri dengan negara yang dalam sebulan wajib dilayani selama 24 hari untuk setiap rute. Ada atau tidaknya penumpang, armada harus jalan. Sudah begitu karena sudah ada subsidinya,” ujar Sudiro.

Sementara itu, Branch Manager Garuda Indonesia Cabang Kendari, Syaiful Bahri mengatakan Bandar Udara (Bandara) Halu Oleo masih beroperasi seperti biasa. Tidak ada penutupan ataupun pembatasan penerbangan. Namun, Syaiful mengaku bahwa okupansi maskapai belakangan ini mengalami penurunan drastis.

“Penerbangan masih normal tapi okupansi turun. Biasanya kita terbang 2 flight, kini menjadi 1 flight. Berarti imbas Covid-19 besar sekali,” ujar Syaiful Bahri saat dihubungi Kendari Pos, Rabu (2/4) kemarin.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy