49 Napi Asimilasi di Konawe Dalam Pantauan – Kendari Pos
Konawe

49 Napi Asimilasi di Konawe Dalam Pantauan

Kepala Rutan Klas IIB Unaaha, Herianto (kiri), saat memberikan pengarahan pada 49 Napi Rutan yang dibebaskan karena mendapat asimilasi

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 49 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Unaaha dibebaskan. Para narapidana tersebut dapat menghirup udara bebas melalui program asimilasi dan integrasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (PermenkumHAM) nomor 10 tahun 2020 tentang pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia.

Kepala Rutan Klas IIB Unaaha, Herianto, saat dikonfirmasi Jumat (3/4), membenarkan pembebasan 49 Napi tersebut. Mereka dikeluarkan sejak Kamis (2/4) malam, usai pihaknya menerima salinan keputusan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Pembebasan napi itu dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona dari dalam Rutan Klas IIB Unaaha.

“Benar. Kita bebaskan 49 napi untuk menjalani asimilasi rumah. Surat keputusan asimilasi 49 napi itu saya sudah teken. Mereka semua memenuhi syarat yang ada dalam PermenkumHAM nomor 10 tahun 2020,” tutur Herianto.

Ia menyebut, tidak semua Napi bisa mendapat hak bebas lebih awal jika merujuk pada PermenkumHAM nomor 10 tahun 2020 tentang pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan di seluruh Indonesia. Katanya, syarat untuk dapat keluar tahanan melalui asimilasi, Napi dewasa harus sudah menjalani 2/3 masa pidana terhitung pada 31 Desember 2020. Sedangkan bagi Napi anak, harus sudah menjalani 1/2 masa pidana pada 31 Desember 2020.

“Perlu dicatat, Napi tindak pidana korupsi (Tipikor) serta kasus Narkoba yang hukumannya diatas lima tahun tidak boleh mendapat asimilasi,” tegasnya. Kepala Rutan Klas IIB Unaaha itu menambahkan, dari 49 napi yang dibebaskan, rata-rata tersandung kasus pidana umum seperti pencurian, penganiayaan, ilegal logging bahkan kasus pembunuhan. Saat dirumahkan, selanjutnya para narapidana itu akan tetap diawasi oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kendari.

Kata Herianto, jika para Napi tersebut melanggar ketentuan asimilasi yang disyaratkan, maka mereka akan kembali ditarik masuk ke Rutan Klas IIB Unaaha.

“Apalagi jika Napi asimilasi itu melakukan pelanggaran hukum. Kalau mereka berbuat onar, langsung kita tarik kembali ke dalam Rutan,” pungkasnya. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy