21 Warga Binaan LPKA Kendari Dirumahkan – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

21 Warga Binaan LPKA Kendari Dirumahkan

KENDARIPOS.CO.ID — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari membebaskan 21 anak binaan. Pembebasan ini merupakan program asimilasi dan integritasi narapidana dan anak binaan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Dari hasil verifikasi, sebanyak 490 orang memenuhi syarat asimilasi dan integrasi.

Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari, Akbar Amnur (kiri) menyerahkan Surat Keputusan (SK) asimilasi kepada anak binaan.

Kepala LPKA Kelas II Kendari, Akbar Amnur menyebutkan sebanyak 21 anak binaan LPKA yang dirumahkan itu masih ada pengawasan dari Bappas dan kejaksaan. Pemulangan mereka pun dilakukan secara bertahap pertama enam orang dipulangkan pertanggal 1 April, kemudian tanggal 2 April sekira 13 orang dan 7 April 2 orang dengan total 21.

“Jadi dengan program pak Menteri itu, sebenarnya bukan serta merta mereka bebas hanya saja mereka menjalani tahanannya itu di rumah. Tetapi usai wabah corona ini mereka harus kembali lagi menjalani sisa masa pidananya. Jadi sebenarnya ini hanya sekadar memutus mata rantai penyebaran saja, mereka dialihkan menjalani hukuman itu dirumah,”ungkap Akbar Amnur ditemui di ruang kerjanya (8/4).

Dari total 41 anak binaan, terdapat 21 orang anak binaan yang mengikuti program Asimilasi. Dimana ke 21 orang anak tersebut telah memenuhi syarat sesuai yang diamanahkan dalam Peraturan Menteri (Permen) Hukum dan HAM nomor 10 tahun 2020.

“Jadi, sebanyak 21 orang telah kembali berkumpul bersama keluarga. Masih ada lagi tersisa 20 orang yang masih berada di LPKA. Pihak LPKA pun mengantar langsung dan melakukan serah terima di rumah masing-masing anak binaan itu,”jelasnya mantan Kepala Rutan Kelas IIB Wonosobo itu.

Jika mengacu ke Permen itu, persyaratan utama program asimilasi anak binaan ini harus melewati 3 bulan masa pidana, serta berkelakuan baik. Selain itu, mereka sudah harus melewati setengah masa tahanan sampai dengan Desember 2020. Jika setengah masa tahanan mereka sudah jalani maka bisa diberikan integrasi baik pembebasan bersyarat maupun cuti bersyarat.

“Kebetulan 21 anak yang dirumahkan itu kita sedang mengusulkan mereka untuk mendapatkan pembebasan bersyarat. Pada saat turun Surat Keterangan Pembebasan Bersyarat (SKPB) nya sebelum wabah korona ini berakhir mereka tidak perlu kembali lagi. Tetapi jika SKPB nya belum keluar maka mereka masih diharuskan kembali, tapi tidak semua,”jelasnya.

Lanjutnya lagi, dijelaskan tidak semua sebab ada beberapa anak dari 21 itu yang sampai Desember ini sudah harus bebas. “Misalkan wabah Covid ini selesai di Bulan Mei, yang akan kembali ini kemungkinan dari 21 sekira 10 misalkan. Tetapi mereka semua sudah diusulkan pembebasan bersarat. Pusatpun telah mengatakan, jika ada usulan pembebasan bersyarat maka SKPB nya akan keluar secepatnya. Jika ini terjadi maka 21 orang itu semua bisa bebas tanpa perlu kembali lagi saat wabah ini usai,”ungkapnya.

Untuk tetap mengontrol para anak binaan ini dirumah, pihaknya telah membuat group whatsapp serta SMS kepada orang tua anak binaan. “Jadi kita tidak lepas begitu saja, ada kontrol melalui group whatsapp dan SMS oleh petugas LPKA kepada para anak-anak binaan yang dirumahkan,”terangnya.

Ia mengharapkan anak-anak dapat mengambil hikmah dari proses pembinaan selama dalam kurungan sehingga lebih mawas diri dalam pergaulan sehari-hari. “Selama dalam LPKA anak-anak mendapatkan pendidikan, baik agama maupun pendidikan formal lainya dan untuk menjaga kebugaran diajak berolahraga secara mandiri. Mudah-mudahan mereka dapat beradaptasi positif dimasyarakat sekitar mereka kelak,” ujarnya. (b/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy