199 Debitur Terdampak Covid-19 Dapat Kelonggaran Kredit – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

199 Debitur Terdampak Covid-19 Dapat Kelonggaran Kredit

Mohammad Fredly Nasution

KENDARIPOS.CO.ID — Program keringanan kredit yang ditujukan bagi para debitur terdampak corona (Covid-19) sudah mulai terealisasi. Berdasarkan laporan dari perbankan dan lembaga pembiayaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) per 14 April 2020, jumlah debitur yang terdampak penyebaran Covid-19 sebanyak 728 dengan outstanding kredit sebesar Rp 289,23 milyar.

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 199 debitur
dengan outstanding Rp 66,45 milyar telah dilakukan restrukturisasi kredit. Informasi itu diuangkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Mohammad Fredly Nasution.

“Laporan bank dan lembaga pembiayaan, total debitur terdampak sebanyak 728. Namun yang disetujui untuk restrukturisasi baru 199 debitur dengan outstanding kredit senilai Rp 66,45 miliar,” ujar Mohammad Fredly, Rabu (15/4).

Ia menambahkan, hingga 13 April 2020, jumlah debitur secara nasional yang telah direstrukturisasi di industri perbankan sebanyak 262.966 debitur sedangkan debitur yang disetujui untuk dilakukan restrukturisasi oleh perusahaan pembiayaan mencapai 65.363 debitur. Sebanyak
150.345 debitur masih dalam proses permohonan.

Pada aspek perlindungan konsumen, jumlah pengaduan konsumen sektor jasa keuangan di Sulawesi Tenggara dari bulan Januari sampai dengan 14 April 2020 baik yang datang langsung maupun via telepon (walk in customer) tercatat sebanyak 275 pengaduan. Rinciannya, 131 pengaduan perbankan, 121 pengaduan perusahaan pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Khusus (LJKK), 13 pengaduan perasuransian, dan 10 pengaduan Fintech Peer to Peer Lending.

“Yang terkait dengan dampak penyebaran Covid-19 sebanyak 131 pengaduan atau 48 persen dari total pengaduan walk in customer yang terdiri dari 45 pengaduan perbankan dan 79 pengaduan perusahaan pembiayaan dan LJKK,” terangnya.

Sementara, untuk pengaduan konsumen melalui surat dari bulan Januari hingga 14 April 2020 sebanyak 44 pengaduan (27 pengaduan perbankan, 15 pengaduan perusahaan pembiayaan dan LJKK, 1 pengaduan perasuransian, dan 1 pengaduan Fintech P2P). Pengaduan konsumen melalui surat terkait dengan dampak penyebaran Covid-19 sebanyak 7 pengaduan atau 16 persen dari pengaduan secara tertulis yang terdiri dari 4 pengaduan perbankan dan 3 pengaduan perusahaan pembiayaan dan LJKK.

Fredly menegaskan bahwa debitur terdampak Covid-19 harus mengajukan permohonanan restrukturisasi kepada bank atau perusahaan pembiayaan. Debitur yang diprioritaskan mencakup UMKM, pekerja harian, dan pekerja di sektor informal.

“Persetujuan permohonan, skema, dan jangka waktu dari restrukturisasi akan ditentukan berdasarkan asesmen bank atau pembiayaan terhadap kemampuan membayar debitur dan juga kesepakatan kedua belah pihak dengan jangka waktu maksimal satu tahun,” pungkasnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy