107 Rumah di Kolut Terendam Banjir – Kendari Pos
Kolaka Utara

107 Rumah di Kolut Terendam Banjir

Sejak awal April ini, Desa Tahibuah dan Lawadia, Kecamatan Tiwu direndam banjir. Sebanyak 107 rumah warga


KENDARIPOS.CO.ID — Dua desa di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) yakni Tahibuah dan Lawadia, Kecamatan Tiwu direndam banjir. Sebanyak 107 rumah terdampak akibat luapan sungai yang bercampur lumpur, Rabu (8/4). Banjir tersebut menerjang Tiwu dalam waktu berbeda. Kejadian sebelumnya berlangsung 1 April dan kembali terulang kemarin. Salah satu sungai di Desa Lawadia telah dinormalisasi untuk mencegah bencana berikutnya.

Kepala Dusun III Desa Tahibua, Sulawati, mengatakan, banjir tiba-tiba merendam rumahnya pasca hujan deras pukul 12.00 Wita, kemarin. Saat dijumpai ia masih sementara membersihkan lantai rumahnya dari air bercampur lumpur tersebut. “Belum kering lumpur banjir pekan lalu, kembali lagi banjir,” keluhnya. Ketinggian air disebut hingga setinggi lutut orang dewasa. Ia berharap pemerintah cepat bertindak utamanya menormalisasi dan menanggul sungai hingga batas yang sulit dilalui air saat meluap. Kejadian ini berlangsung bertepatan pada saat air laut sedang pasang.

Kepala Badan Bantuan Bencana Daerah (BPBD) Kolut, Dr. Hj. Syamsuryani, menjelaskan, dari hasil laporan lapangan untuk peristiwa pertama di Desa Tahibua terdapat 81 rumah dan 25 hektare kebun kakao serta 5 hektare tambak tergenang banjir. Pada banjir susulan kedua yang berlangsung kemarin kembali menyasar 18 unit rumah penduduk. “Hujan sekitar empat jam, sungai meluap. Minggu lalu pukul 01.30 dini hari dan hari ini (kemarin) sekitar pukul 12.30 wita,” ujarnya.

Sementara di Desa Lawadia untuk peristiwa awal terdampak delapan unit rumah dan 30 hektare kebun kakao. Untuk kejadian kemarin tidak terlalu berdampak karena alat berat sudah diarahkan menormalisasi sungai. Pihaknya telah mengingatkan kemungkinan potensi banjir susulan. Masyarakat tetap diminta waspada. Pihaknya sementara berkordinasi dengan Dinas PU untuk fasilitas alat berat menanggulangi pendangkalan dan upaya pelurusan sungai. Ia juga mengimbau agar setiap Pemdes mulai memporsikan anggaran penanganan bencana darurat melalui dana desa. “Ini sudah perlu dipersiapkan karena memang ada porsi untuk itu berdasarkan peraturan Kementerian Desa,” pungkas Syamsuryani. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy