Waspada Rabies, Pemkot Baubau Racun 5.000 Anjing Liar – Kendari Pos
Bau-bau

Waspada Rabies, Pemkot Baubau Racun 5.000 Anjing Liar

KENDARIPOS.CO.ID — Keberadaan anjing liar di Kota Baubau cukup mengganggu. Dinas Pertanian setempat mencatat jumlah anjing liar sampai pada angka 5.000 ekor dan kerap dianggap berbahaya. Apalagi jika menggigit masyarakat dan menularkan virus rabies. Makanya, Dinas Pertanian Kota Baubau menyiapkan 2000 kantong racun untuk mengeliminasi anjing liar tersebut.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Baubau, dr. Jusriati, mengungkapkan, proses eliminasi anjing liar akan dilakukan selama lima malam. Dimulai Senin dan Selasa malam di Kecamatan Betoambari, Murhum dan Batupoaro. Rabu malam di Kecamatan Surawolio dan Wolio. Kamis dan Jumat malam di Kecamatan Bungi, Kokalukuna dan Lea-lea. Setiap malamnya sebanyak 400 racun akan disebar.

“Racun itu akan kami simpan saat malam hari pukul 22.00 Wita. Kemudian akan sterilkan kembali dini hari pukul 04.00 Wita. Racunnya kita ambil kembali agar tidak dimakan oleh hewan ternak masyarakat,” saat dikonfirmasi. 5.000 ekor populasi anjing liar di Kota Baubau tersebar di seluruh kecamatan dan paling banyak dijumpai di pusat kota. Jumlah itu menunjukan pertumbuhan anjing liar di Baubau setiap tahun cukup signifikan. “Biasanya kebanyakan yang mati itu remaja dan anak-anaknya. Anjing dewasa instingnya lebih kuat, sehingga tidak mudah terkecoh dengan racun,” jelasnya.

Makanya, proses eliminasi anjing liar dilakukan secara periodik. Dalam setahun penyebaran racun dilakukan sebanyak empat kali. Kemudian bangkai anjing liar yang mati karena racun akan dievakuasi oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat. Biasanya bangkai itu dikubur dalam datang untuk menjaga kesterilan udara.

“Agar tidak menimbulkan bau busuk, jasad anjing dikubur,” katanya. Selain memberi racun pada anjing liar, kegiatan eliminasi hewan liar juga di Kota Baubau juga ditujukan pada anjing peliharaan. Para pemilik anjing diminta membawa peliharaannya di Kantor Dinas Pertanian untuk diberi vaksin anti rabies. Begitu pun kucing serta hewan peliharaan lainnya yang berpotensi menyebarkan virus tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Wahyu, mengatakan, kasus meninggalnya warga Kota Baubau akibat rabies tak lagi dijumpai 10 tahun terakhir. Akan tetapi kasus penyerangan atau gigitan anjing terhadap warga masih terjadi setiap tahunnya. Data kejadian dua tahun terakhir yaitu, sebanyak tiga kasus pada 2019 dan delapan kasus pada 2018. “Kita tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiapkan vaskin anti rabies. Saat ini sudah tersedia di tiap-tiap Puskesmas. Untuk gigitan yang parah di bagian leher dan kepala kota juga sudah sediakan serum anti rabies di kantor Dinas Kesehatan Kota Baubau,” tutup Wahyu. (b/ahi)

24 Comments

24 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy