Tidak Ada Dokter di Wakatobi, Korban Tusuk Besi Cor Dilarikan ke RS Kota Baubau – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Tidak Ada Dokter di Wakatobi, Korban Tusuk Besi Cor Dilarikan ke RS Kota Baubau

KENDARIPOS.CO.ID — La Mardi (27), pemuda Desa Peropa, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi terpaksa harus menjalani perawatan intensif, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Kota Baubau, Senin (2/3/2020). Korban yang ditusuk besi cor oleh orang tak dikenal (OTK) pada Minggu 1 Maret 2020 sekira pukul 23.00 Wita itu, dirujuk menggunakan bodi batang milik warga setempat.

Ayah korban, La Masinunu (72) menjelaskan Disana (RSUD Palagimata) ia akan menjalani operasi pengangkatan besi yang masih menancap tepat di dada sebelah kanan. La Masinunu mengatakan, anaknya sempat dilarikan ke RSUD Kabupaten Wakatobi. Namun pihak rumah sakit tidak berani mengambil tindakan disebabkan keterbatasan tenaga medis. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Palagimata. “Kami diarahkan ke RSUD Palagimata saja, karena disana tidak ada dokter yang menanggani,” jelasnya.

Korban tiba di RSUD Palagimata sekitar pukul 14.00 Wita. Tenaga medis yang telah menunggu kedatangan pasien langsung melayani. ” Ya sudah dilayani oleh perawat,” katanya. La Masinunu, bercerita pada malam naas tersebut, sebelum tidur anaknya sudah terlebih dahulu mengecek pintu belakang. Namun, menjelang tengah malam ia terbangun mendengar teriakkan korban meminta tolong. Dia kaget mendapati anaknya dalam kondisi menahan sakit akibat sebuah besi cor bersarang di dadanya.“Dia hanya lihat pelakunya langsung lari lewat pintu belakang. Tapi tidak sempat lihat wajah pelakunya,” kisahnya. Sepengetahuan dia, selama ini anaknya tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun.

La Mardi (27), pemuda Desa Peropa, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi terpaksa naik perahu bodi batang menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Kota Baubau.

Sebelumnya, Dirut RSUD Kabupaten Wakatobi, dr. Munardin Malibu membenarkan kekosongan dokter bedah dan tiga dokter spesialis lainnya di RSUD Wakatobi saat ini. Hal itu disebabkan berakhirnya masa kontrak tenaga dokter ahli terhitung sejak sebulan terakhir. Kini hanya tersisa satu tenaga dokter ahli dalam yang bertugas melayani pasien interna. “Kekosongan dokter ahli per 1 Februari. Dokter bedah, anastesi, anak sama kandungan. Kalau dokter interna masih ada sekarang, dokter penyakit dalam karena memang dia kebetulan datangnya itu di November,” ungkap dr Munardin Malibu, Jum’at (28/2) lalu.

Pihaknya kini tengah mengusulkan pengadaan dokter ahli ke Kementerian Kesehatan guna mengisi kekosongan tersebut. “Terkait dokter ahli kita usulkan ke Kementrian. Selain langkah-langkah itu kita juga sudah berusaha menghubungi senior, teman-teman atau junior-junior siapa tahu ada lulusan baru yang mereka kenal bisa mereka rekomendasikan ke sini (RSUD Wakatobi). Kita belum follow up kembali ke Kementerian, yang terakhir bulan lalu dan belum ada,” terangnya. (KP/NA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy