Tak Kunjung Bangun Smelter, Wabup Jayadin: PT Vale Bohongi Masyarakat Kolaka – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Tak Kunjung Bangun Smelter, Wabup Jayadin: PT Vale Bohongi Masyarakat Kolaka

Jayadin

KENDARIPOS.CO.ID — Keberadaan PT.Vale Indonesia di Kabupaten Kolaka dinilai tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di daerah otorita Ahmad Safei. PT.Vale hanya doyan umbar janji membangun smelter namun tak direalisasikan.

“Masyarakat Kolaka tidak anti investasi. Namun kami minta PT.Vale lebih fokus merealisasikan janjinya kepada masyarakat dan Pemkab Kolaka untuk mendirikan pabrik pengolahan biji nikel (smelter). Sudah terlalu lama masyarakat menunggu realisasi pembangunan smelter PT.Vale,” kata Syaifullah Halik, anggota Komisi III DPRD Kolaka, Selasa (10/3) kemarin.

Ulah PT.Vale memantik amarah Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin. Kekesalan Jayadin membuncah saat berhadapan perwakilan PT.Vale. Dengan nada tinggi Jayadin mengatakan PT.Vale telah membohongi masyarakat Bumi Mekongga karena tidak pernah menepati janjinya membangun smelter. Daftar dosa PT.Vale diungkap.

“Kami sudah muak dengan kebohongan Vale yang selalu menjanji akan membangun pabrik. Kontrak awal PT.Vale itu berakhir tahun 2025. Tahun 2015 negosiasi dengan pemerintah dan diperpanjang kontrak karyanya hingga tahun 2045. Jadi belum berakhir, sudah diperpanjang lagi kontraknya. Hebatnya ini Vale,” sindir Jayadin saat Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kolaka tahun 2021 di Hotel Sutan Raja.

Jayadin mengungkapkan, sebelumnya Vale telah diberi kebijakan oleh pemerintah untuk tetap ada di Bumi Mekongga dengan catatan pada tahun 2015 perusahaan asing tersebut membangun pabrik dan tahun 2017 pabrik tersebut sudah beroperasi. “Mana pabriknya sekarang?. Jadi tolong Vale jangan bikin lagi kebohongan terhadap kita semua ini. Sudah muak kami dengan kebohongan Vale. Kami tidak mau menjadi “penjaga” tanahnya Vale di Kolaka. Kalau 2020 dan 2021 tidak membangun pabrik, maka PT. Vale harus pergi dari
sini,” tegas Jayadin.

Lanjut Jayadin, Vale selama ini hanya berjanji membangun pabrik namun tak pernah merealisasikannya. “Jangan nanti ada gerakan dari masyarakat baru memanggil masyarakat untuk kerja tiga bulan dalam eksplorasi. Setelah itu berhenti lagi. Diam. Tidak ada kegiatan. Begitu terus. Sampai kapan eksplorasi?. Kami mau pabrik segera dibangun. Itu saja,” tukasnya.

Tidak hanya menganggap Vale sebagai perusahaan yang selalu berbohong, Jayadin menilai PT.Vale sulit mengeluarkan anggaran untuk membantu masyarakat yang ada di ring satu wilayah operasional perusahaan. Bahkan janji untuk bantuan rumah ibadah di Kecamatan Baula hingga kini belum ditunaikan PT.Vale.

“Lahan Vale di Kolaka ini ada sekitar 21 hektare dan 80 persen itu ada di Kecamatan Baula. Tapi untuk membantu pembangunan masjid di Baula tidak bisa. Kami minta tegel (batu ubin) saja susah sekali. Empat kali kami masukan proposal, empat kali pula kami dijanji. Sampai sekarang tidak ada realisasi. Masa bantuan masjid harus sampai ke presiden direktur. Perusahaan macam apa ini. Ini saya
sampaikan karena saya juga sebagai warga Baula,” kesal Jayadin.

Kekesalan terhadap Vale juga dilontarkan oleh Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei. Menurut Safei, Vale kurang terbuka terkait besaran anggaran pembangunan yang diberikan ke Pemda Kolaka. “Seharusnya sebelum kita masuk pada kegiatan musrenbang, minimal sudah ada plafon anggarannya PT.Vale. Berapa bantuan CSR atau sebagainya yang akan diberikan kepada Pemda Kolaka. Supaya itu kita juga bisa hitung. Selain untuk pendapatan asli daerah (PAD), juga untuk sumbangan pihak ketiga yang kami dapatkan. Itulah yang kami tuangkan dalam bentuk APBD,” ujar Safei.

“Apapun yang berkembang dalam diskusi kita hari ini, itu adalah dinamika pembangunan yang harus kita terima dengan lapang dada.Tidak ada yang bermaksud tidak baik. Semua ini untuk mewujudkan visi misi menjadikan Kolaka yang adil, berkeadilan, dan sejahtera agar dapat kita capai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” sambung Safei.

Sementara itu, perwakilan PT.Vale Indonesia di Sultra, Misdar tak mampu bicara banyak. Di tempat terpisah ia menjelaskan, terkait pembangunan pabrik saat ini progresnya terus berjalan. Tahun 2020 ini sudah ada langkah konkrit yang dilakukan untuk membangun pabrik.”Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) sudah disetujui. Kami sedang menunggu izin pinjam pakai kawasan (IPPK) karena kami berada di kawasan hutan lindung,” jelasnya.

Misdar tak berkelit PT.Vale sulit merealisasikan bantuan rumah ibadah seperti yang disebutkan Wabup Kolaka, Jayadin. “Untuk bantuan rumah ibadah itu kajiannya banyak. Yang umum kami bantu itu kegiatannya seperti Isra Mikraj dan sebagainya. Kalau pembangunan fisik itu butuh justifikasi yang jelas dari manajemen,” ungkapnya.

Sedangkan terkait kegiatan keterbukaan anggaran yang diberikan kepada Pemda Kolaka, Misdar menilai pihaknya sudah melakukannya dengan terbuka. “Di pengelolaan program itu kan ada komite. Sebagian anggota komite ini adalah orang pemda. Jadi kalau dibilang tidak terbuka kan ada orang pemda di komite. Bahkan ada asisten. Setiap ada kegiatan kita libatkan,” imbuhnya. (fad/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy