Tak Ikut UN, Siswa Tetap Dapat Ijazah : Nilai UN tidak Dicantumkan – Kendari Pos
Edukasi

Tak Ikut UN, Siswa Tetap Dapat Ijazah : Nilai UN tidak Dicantumkan

Siswa salah satu SMPN di Kota Kendari sedang bercengkrama dengan teman sekelasnya pada waktu senggang.

KENDARIPOS.CO.ID — Ujian Nasional (UN) tingkat SD, SMP hingga SMA tahun 2020 resmi ditiadakan. Hal ini terkait pandemi Covid-19 yang tengah menggerogoti negeri ini. Meski pelaksanaan UN ditiadakan seluruh siswa tetap bakal memperoleh ijazah dengan catatan nilai UN tidak lagi tertera.

“Siswa tetap berhak memperoleh ijazah meskipun ada UN atau tidak. Kalau tidak dilaksanakan UN maka nilai siswa bakal diperoleh berdasarkan dengan nilai dari portofolio atau nilai rapor siswa,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olaharaga (Dikmudora) Kota Kendari, Sartini Sarita saat dihubungi Kendari Pos, Rabu (25/3).

Pihaknya juga menuturkan bahwa pelaksanaan UNBK maupun UAS di lingkup Dikmudora Kendari sebenarnya sudah sangat siap dihelat. Terkait sarana prasarana sebenarnya sudah tidak ada masalah, tinggal menunggu waktu pelaksanaan saja sesuai dengan jadwal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang telah ditetapkan.

“Untuk Kota Kendari, kita masih menunggu perkembangan kasus Covid-19 ini. Apabila kasus ini sudah mereda sebelum jadwal UN berlangsung, maka Kota Kendari tetap melaksanakan UN. Tetapi jika Covid-19 masih mewabah maka kita bakal mengikuti surat edaran dari Kemendikbud,” tuturnya.

Terkait mekanisme penilaian kelulusan siswa SD sederajat, apabila tidak dilaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) maka kelulusan siswa terbut dinilai dari lima semester terakhir, yakni, kelas IV, kelas V, dan kelas VI (Semester ganjil), sementara untuk nilai semester genap kelas VI dapat digunakan sebagai tambahan niiai kelulusan, jenjang SMP berdasarkan nilai lima semester terakhir. Yakni, nilai semester genap kelas IX dan kelas XII dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Sementara SMA sederajat berdasarkan nilai rapor, portofolio, dan nilai praktik selama lima semester terakhir dan nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

“Bagi para siswa yang tengah duduk dibangku akhir baik itu jenjang SD maupun SMP dan tengah bersiap menghadapi UN yang rencananya bakal dihelat diakhir April diimbau untuk tetap belajar. Jangan karena peniadaan UN ini proses pembelajaran anak-anaku langsung kendor. Untuk itu, peran orang tua perlu memberikan pengertian kepada putra-putrinya,” terangnya.

Sementara itu, Dewan Pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra), Prof. Abdullah Alhadza mendukung peniadaan UN yang dilakukan oleh pemerintah. Apalagi peniadaan ini akibat dari wabah Covid-19 sehingga peniadaan UN ini merupakan langkah bijak yang diambil oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbud terkait pertimbangan dari ASI saat ini. “Selama ini kan UN tidak menjadi syarat wajib dari kelulusan siswa,” tuturnya.

Guru besar UMK ini juga mengaku bahwa penghapusan UN ini, tak banyak berpengaruh kelulusan siswa. Kebijakan ini juga sejalan dengan kegiatan sekolah dari rumah. Jika UN dipaksakan, sementara siswa belajar dari rumah, maka dikhawatirkan sulit meraih nilai maksimal karena minim kegiatan belajar mengajar secara langsung. “UN ditiadakan makan penilaian kelulusan siswa ditentukan oleh para guru. Untuk itu, para guru dituntut untuk lebih profesional dalam pemberian penilaian kelulusan ini,” tandasnya. (b/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy