Sultra Waspada DBD : Tiga Bulan, Lima Penderita Meninggal – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Sultra Waspada DBD : Tiga Bulan, Lima Penderita Meninggal


KENDARIPOS.CO.ID — Virus Corona menjadi momok. Warga di Sultra sempat dilanda kepanikan kala virus itu mewabah di Wuhan, Cina. Padahal di dalam daerah sendiri, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sedang mengintai. Dalam tiga bulan saja, sejak Januari hingga Maret ini,total 5 nyawa terenggut akibat DBD. Sejatinya, warga Sultra harus waspada.
(Lihat grafis)

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terdapat 329 kasus DBD sejak 1 Januari sampai 12 Maret 2020. Pada bulan Januari sekira 152 kasus, Februari sebanyak 128 dan bulan Maret sekira 49 kasus. Ratusan kasus DBD itu tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sultra.

“Tahun 2020 jumlah kasus yang dilaporkan sejak Januari sampai Maret sebanyak 329 kasus yang tersebar di 17 kabupaten/kota, dengan kasus kematian sebanyak 5 orang. 4 orang dari Kota Kendari dan 1 orang dari Konawe,” ujar dr.Irma Jumiati, Kepala Seksi Penyakit menular Dinkes Sultra, kemarin.

Terdapat penurunan jumlah kasus DBD tahun 2019 dan 2020 pada periode yang sama, Januari sampai Maret. Tahun 2019, mulai Januari sampai Maret sekira 998 kasus, sedangkan pada tahun 2020 dengan periode yang sama terdapat sekira 329 kasus. “Perbandingan jumlah kasus memang menurun, tetapi jumlah yang meninggal justru ada kenaikan. Tahun 2019, 3 penderita meninggal dunia dan tahun 2020 per 12 Maret sekira 5 orang meninggal,” ungkap dr.Irma Jumiati.

Sementara itu, Plt.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sultra, Andi Hasnah mengatakan nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD cenderung berkembang biak di tempat gelap, kotor dan lembab. Untuk mencegah DBD, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta mau menjaga lingkungan dan membersihkan rumah sendiri baik di dalam maupun di luar rumah.

“Mari kita gencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dikenal dengan 3 M Plus, Menguras, Menutup dan Mendaur ulang barang bekas yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk, sehingga tidak ada tempat berkembang biak bagi nyamuk. Plus yaitu memakai lation anti nyamuk, memakai kelambu ketika tidur, tidak membiasakan menggantung pakaian kotor di dalam rumah, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, dan kemangi,” jelas dr.Andi Hasnah.

Di tempat terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Terutama di tengah musim hujan saat ini. Lukman Abunawas meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Sultra segera menyediakan stok dengan melakukan donor dara. Minimal setiap tiga bulan. Langkah itu untuk menyiasati agar stok darah tersedia kala dibutuhkan penderita DBD.

“Dinkes Sultra selalu mengevaluasi sebagai langkah antisipasi wabah yang ada di Sultra. Dinkes dan petugas kesehatan siap melayani penderita DBD maupun penyakit lainnya,”ujar mantan Bupati Konawe dua periode itu. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy