Sulkarnain Target Kendari Bebas Kawasan Kumuh – Kendari Pos
Metro Kendari

Sulkarnain Target Kendari Bebas Kawasan Kumuh

KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir getol blusukan ke pelosok Kota Kendari. Dia sudah khattam wilayah mana saja yang masih kumuh dan butuh polesan agar tertata apik. Sulkarnain akan memoles poles wajah Kota Kendari demi terbebas dari kesan kumuh. Tujuan menjadi kota layak huni berbasis, ekologi (lingkungan), teknologi dan informasi merupakan dasar pembangunannya. Sulkarnain Kadir menargetkan hingga 2022 mendatang, wilayah otoritanya itu dapat bebas dari daerah kawasan kumuh. “Saya menyadari bahwa Pemkot saat memiliki keterbatasan untuk menyelesaikan kawasan kumuh, terutama dari segi anggaran. Tapi dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak, utamanya kolaborasi dengan Kementerian PUPR melalui program ‘Kotaku’, Insyah Allah Kota Kendari bebas dari kawasan kumuh,” tuturnya, Jumat (20/3) kemarin.

Ia mengungkapkan bahwa luasan kawasan kumuh di Kota Kendari mencapai 497,27 hektare. Kawasan kumuh yang baru mendapat sentuhan polesan sekira 156,92 hektare. Artinya masih ada sekira 340,35 hektare kawasan kumuh yang harus diselesaikan hingga 2022 atau hingga berakhirnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.

Penataan perumahan dan pemukiman, menurut Sulkarnain memiliki tantangan yang semakin kompleks. Salah satu tantangannya adalah jumlah penduduk yang terus meningkat. “Oleh karena itu, kami terus mendorong penyelesaian kawasan kumuh melalui pendekatan infrastruktur, sesuatu dengan indikator kawasan kumuh, yaitu permasalahan rumah, jalan, dan permasalahan lingkungan berupa air minum, sanitasi, sampah, limbah, dan penanganan kebakaran,” jelas Sulkarnain.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (tiga dari kanan) saat meninjau lokasi penataan kawasan kota kumuh di Kawasan Bungkutoko Kecamatan Abeli.

Politisi PKS itu menyebutkan, salah satu fokus program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) saat ini yakni menata kawasan kumuh Petoaha – Bungkutoko di Kecamatan Abeli. Dengan mengusung konsep ‘Water Front City’, pihaknya yakin dapat mengubah wajah wilayah tersebut menjadi lebih baik da tentunya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. “Konsep ini adalah mengembangkan potensi sumber daya kawasan pesisir. Mulai dari SDM, SDA hingga menjadi tempat wisata baru,” kata Sulkarnain.

Sekedar informasi, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra berkolaborasi dengan Pemkot Kendari perihal pengentasan wilayah kumuh. Tak tangggung-tanggung, kementerian menggelontorkan anggaran sekitar Rp 40 miliar untuk menyulap kawasan kumuh di Kelurahan Bungkutoko dan Petoaha, Kecamatan Abeli menjadi kawasan wisata pinggir pantai.

Kawasan kumuh di Kelurahan Bungkutoko dan Petoaha akan dibangun tempat bersantai, ruang terbuka hijau, taman Petoaha, dan dermaga. Ditargetkan, pembangunan penataan kawasan kumuh tersebut rampung pada 18 Juni 2020 atau 270 hari kerja yang terhitung sejak 23 September tahun lalu. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy