Stop Bullying di Sekolah, Dikmudora Kendari Gagas SRA – Kendari Pos
Edukasi

Stop Bullying di Sekolah, Dikmudora Kendari Gagas SRA

Siswa SMAN 1 Kendari saat mengikuti pembelajaran edukatif di pelataran sekolahnya.

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus kekerasan terhadap anak dan para remaja yang dikenal dengan istilah “bulyying” di sekolah, rupanya masih terjadi di lingkungan pendidikan di Indonesia, termasuk Kota Kendari. Perilaku agresif dengan cara melakukan kekerasan secara berulang dalam bentuk fisik, psikis, sosial dan verbal memiliki dampak yang negatif bagi tumbuh kembang anak di masa mendatang.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Sekolah Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Muchdar Alimin. Diakuinya, kasus bullying di tingkat siswa sebagian besar dilakukan secara verbal dan tak jarang tindak kekerasan. “Tindakan Bulyying ini sangat tidak baik, dan terus kita tekan agar tidak terjadi pada siswa. Sebab hal tersebut sangatlah merugikan bagi siswa,” tukas.

Untuk itu, berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari untuk mencegah adanya bullying di kalangan siswa, melalui program Sekolah Ramah Anak (SRA). “Saat ini, kita tengah serius menggagas program SRA di setiap sekolah. Melalui program ini kita inginkan seluruh anak-anak bisa merasa nyaman dan aman jika berada di lingkup sekolah. Sehingga, tidak ada lagi yang merasa terintimidasi di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Dosen Psikologi jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Yuliastri mengungkap, bullying bisa terjadi di kalangan sekolah akibat dari kurangnya pengawasan dari para guru maupun orang dewasa. “Kata bullying di kalangan anak maupun remaja ibaratnya sudah menjadi kebiasaan. Semisal mengeluarkan kata-kata tidak sopan, menyinggung secara sengaja yang dilakukan pada orang-orang tertentu,” katanya.

Menurut Yuliastri, korban bulkying umumnya terjadi pada seseorang yang memiliki karakter cenderung pendiam, sering menyendiri, kemampuan sosial yang cukup rendah. “Korban yang memiliki karakter pendiam dan hanya punya sedikit teman serta tidak memiliki pertahanan diri yang kuat juga kerap menjadi sasaran dari pelaku bullying,” katanya.

Untuk mencegah tindakan bullying menurutnya perlu menjadi perhatian dari keluarga dan pihak – pihak terkait, dalam hal ini adalah sekolah dan orang tua, dengan melakukan pengawasan yang cukup ketat di lingkungan sekolah. Serta para orangtua juga dituntut untuk lebih care kepada anak-anaknya. Apabila anak mengalami perubahan yang cukup signifikan, para orangtua harus lebih sigap melakukan komunikasi kepada anak maupun para guru disekolah. “Bulyying ini bisa menjadikan anak untuk tidak percaya diri, tidak memiliki motivasi untuk pergi kesekolah, serta akan menjadi anak yang lemah, bahkan dampak terburuknya adalah tindakan Bullying bisa berdampak bunuh diri,” tutur Yuli.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pendidikan Gerakan Kendari Mengajar (GKM), Sarlina Lamara menuturkan bahwa, masih banyak yang belum paham dampak dari bullying, dan terkadang menganggap itu sebagai candaan. Hal itu membuktikan masih rendahnya kesadaran orang dewasa, dan lemahnya sistem dukungan dari lingkungan sekitar anak untuk mencegah bullying, sehingga ini menjadi salah satu faktor penyebab kian suburnya perilaku yang tidak manusiawi ini. Melalui Suara GKM, dia berharap banyak pihak yang menyadari bahaya bullying.

“Bisa jadi, anak atau keluarga kita sendiri telah menjadi korban bullying baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan bermain, tanpa kita sadari. Padahal, perundungan bisa mengganggu kondisi psikologis anak. Bahkan, akibatnya bisa jauh lebih buruk,” tuturnya saat dihubungi via telpon.

Untuk itu, merubah lingkaran bullying khususnya di sekolah, diperlukan peningkatan kesadaran dan intervensi dari orang dewasa serta pengembangan peraturan sekolah yang jelas dalam merespon aksi bullying. “Berangkat dari persoalan ini, GKM berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya anak dan remaja akan pentingnya pemahaman tentang bullying. Kami juga mengajak pihak sekolah untuk memberikan perhatian serius terkait hal ini. Harapannya, semua pihak bisa mendukung Suara GKM,” pungkasnya. (idh/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy