Serapan Anggaran Baru 2 Persen, DPRD Sultra Soroti Kinerja OPD – Kendari Pos
Metro Kendari

Serapan Anggaran Baru 2 Persen, DPRD Sultra Soroti Kinerja OPD

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Strategi Pemprov Sultra mengoptimalkan serapan anggaran menuai sorotan. DPRD menilai upaya eksekutif bak slogan semata. Faktanya, selama periode Januari hanya mencapai 2 persen. Pada akhirnya, Pemprov dianggap mengulang kebiasaan lama. Yang mana, realisasi serapan anggaran baru terdongkrak di penghujung masa tahun anggaran.

Anggota Komisi II DPRD Sultra Rasyid meminta OPD merubah kebiasan menumpuk pekerja di akhir tahun. Sebab seharusnya, pekerjaan harus dimulai di awal tahun. “Normalnya, grafik serapan anggaran itu datar. Jangan kurvanya sengaja dibuat seperti gunung. Keliru juga setiap akhir tahun anggaran baru semua kegiatan segera diserap. Untuk lebih efektif, OPD membuat proyeksi penyerapan anggatan tiap bulan,” tandasnya.

Rendahnya serapan anggaran tuding politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, disebabkan proses rancangan anggaran yang tidak sempurna. “Gubernur harus berubah tata cara pengalokasian anggaran. Saat memiliki kegiatan besar, perencenaan harus dimasukan segera dalam APBD perubahan sehingga saat memasuki APBD induk perencanaan yang sebelumnya sudah siap kerja, siap lelang,” tuturnya.

Dirinya pun berharap agar ke depan Pemda harus mengacu pada program yang telah ditetapkan pada e-planing. “Proyek-proyek strategis perencanaannya sudah harus didorong. Kebiasaan untuk menumpuk kegiatan pun oleh OPD harus dirubah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sultra, Rony Yakob Laute mengatakan sudah menyelesaikan tender yang menjadi tanggungjawabnya. “Kalau yang strategis sudah selesai. Tinggal pengadaan langsung oleh pimpinan OPD. Kalau yang ditender sudah, namun yang dilakukan secara mandiri yang belum terserap,” ungkapnya.

Soal kendala terkait belum banyak yang terserap, Rony enggan berkomentar banyak. Namun ia menjelaskan bahwa memang terdapat perbedaan saat proses pengadaan secara mandiri dengan program yang ditender melalui sistem elektronik. “Yang sama kita normal, pengadaan langsung lebih banyak yang ditender ketimbang secara elektronik,” pungkasnya. (b/yog)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy