Sekolah Harus Objektif Memberi Nilai – Kendari Pos
Edukasi

Sekolah Harus Objektif Memberi Nilai

Prof. Dr. Abdullah Alhadza


KENDARIPOS.CO.ID — Kebijakan peniadaan ujian nasional (UN) di tengah pandemi global virus Korona oleh Presiden Jokowi dinilai keputusan tepat oleh Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Prof. Dr. Abdullah Alhadza. Menurutnya, keputusan itu dapat dibenarkan mengingat situasi darurat yang dihadapi saat ini, pandemi virus Korona. “Daripada mengambil tindakan yang mudaratnya lebih besar, lebih baik tidak diselenggarakan,” ujarnya kepada Kendari Pos, Rabu (25/3).

Pada prinsipnya, kata dia, UN merupakan salah satu unsur penting untuk memberikan penilaian dalam menentukan kelulusan siswa. Namun, UN bukan satu-satunya unsur penentu kelulusan siswa. Masih ada nilai kumulatif rapor yang dapat dijadikan acuan.

“Memang hasil UN memiliki porsi yang lebih besar dalam menentukan kelulusan.Bagi yang sanggup melaksanakan secara daring (online) karena faktor pendukung seperti media, teknologi, dan sumber daya manusianya tersedia, itu saya kira bagus. Secara pedagogik dibenarkan. Tapi jika ada sekolah yang tidak mampu menggelar UN berbasis daring, bukan berarti kualitas kelulusannya menjadi kurang,” terangnya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) ini mengingatkan sekolah yang tidak menyelenggarakan UN agar objektif memberikan penilaian kepada siswa. Untuk memastikan itu, perlu ada pengawasan memadai dari penyelenggara pendidikan.

Kata dia, UN merupakan tahapan yang harus dilalui siswa untuk mendapatkan pengakuan baik dari sekolah maupun masyarakat.

“Ujian itu sifatnya sementara. Tapi anak-anak akan menghadapi ujian masyarakat untuk mempertanggungjawabkan kompetensi yang dimilikinya. Jadi jangan ada kesan dari siswa maupun orang tua bahwa tidak ada UN maka menjadi merdeka dalam arti yang seluas-luasnya. Tetap ada tanggung jawab untuk belajar. Pesan saya, kebijakan ini jangan disikapi secara euforia. Orang tua harus mendorong anaknya untuk tetap belajar,” pesannya.

Prof.Abdullah Alhadza menjelaskan kelulusan siswa ditentukan oleh nilai rapor sah-sah saja dilakukan mengingat darurat virus korona. Meski untuk menentukan kelulusan sebenarnya semakin banyak variabel penilaian (UN) maka semakin baik kualitas (lulusan) yang dihasilkan. “Cuma yang ditiadakan porsinya itu adalah UN kalau dibandingkan dengan ada UN tentu lebih sempurna lagi. Tapi kondisinya darurat, jadi menurut saya sah-sah saja,” tuturnya.

Meski UN ditiadakan, Prof Alhadza mengingatkan pemda, terutama dinas pendidikan agar segera membuat metode tepat perihal penggunaan nilai rapor sebagai penentu kelulusan siswa. “Jangan karena sudah ada kebijakan presiden ini, lantas pemda atau diknas langsung melemparnya ke sekolah. Perlu ada aturan, cara, metode supaya warga sekolah tidak bingung dan supaya penilaiannya juga objektif supaya alumni yang dihasilkan adalah lulusan yang berkualitas serta berkarakter dan bermental baik,” tandasnya. (uli/ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy